Kamis, 22 November 2018

Mengenal dan Menjadikan Minat Bakat Anak Berkebutuhan Khusus menjadi Berlian




Judul di atas adalah tema dari seminar yang saya ikuti pada hari Sabtu, 17 November 2018 kemarin, yang diadakan oleh komunitas KOMPAKK. Sebuah komunitas yang beranggotakan orang tua, terutama ibu-ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Komunitas ini concern pada masalah pembelajaran untuk orang tua (ABK) agar lebih mengenal putra-putrinya yang berkebutuhan khusus (ABK). Daaannnn ... seminar sekeren dan sekece ini GRATIS, dapat snack serta makan siang. Masya Allah. Judul di atas sudah saya modifikasi sendiri ya ... :D

Baiklah, tulisan ini tidak akan membahas tentang KOMPAKK, tapi tentang materi seminar yang saya ikuti kemarin itu. Langsung ke materi kedua yang disampaikan oleh ibu Iin Indrayani, seorang ibu dengan 4 orang anak. Anak pertama dan kedua adalah ABK.

Materi kedua ini tentang bagaimana mengenal minat dan bakat anak dengan metode Talents Mapping-nya abah Rama Royani.  Dengan metode Talents Mapping (TM) ini, bu Iin berhasil membuat kedua buah hatinya yang ABK bermanfaat untuk orang lain dan berpenghasilan. Putranya yang pertama berprofesi sebagai seorang chef, usia 20 tahun, dan yang kedua memilih menjadi seorang caring sekolah home schooling Piramida, usia 19 tahun. 

Tak ada yang yang tak mungkin bagi seorang anak ABK, apa pun kondisinya. Itulah kalimat yang pertama kali beliau sampaikan. Serta poin penting yang disampaikan adalah orang yang sukses adalah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Termasuk anak-anak ABK.



Ingat bunyi sebuah hadits:
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ath Thabarani)

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/8144-apakah-anda-termasuk-sebaik-baik-manusia.html

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).


Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6435-pribadi-yang-bermanfaat.html
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).


Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6435-pribadi-yang-bermanfaat.html





Untuk itu menemukan minat dan bakat mereka sejak dini, serta mengembangkannya menjadi sebuah kekuatan adalah hal yang sangat penting. Kekuatan di sini adalah sesuatu yang menghasilkan secara finansial. Atau kekuatan yang menjadi sebuah kebermanfaatan. Ini adalah tugas orang tua. 

Ada 3 kunci utama agar anak ABK kita kuat, yaitu:
1. Attitude

Ajari mereka tentang tanggung jawab, ajari mereka untuk mandiri sejak dini. Attitude ini penting untuk dimiliki oleh semua orang, termasuk anak ABK. Mereka akan diterima dalam sebuah lingkungan, jika mereka mempunyai attitude yang baik.

Dalam dunia kerja, mereka akan diterima dengan baik, jika mereka punya tanggung jawab, mereka punya kesopanan, mereka bisa diajak kerja sama, mereka patuh, dan lain-lain.


2. Ilmu
 Bekali mereka dengan ilmu yang berkaitan dengan potensinya atau minat dan bakatnya. Dalam mencari ilmu ini, orang tua ABK harus selalu membersamai, ikut belajar, karena anak ABK selalu butuh bimbingan dari orang tuanya. Support mereka dengan doa.
3. Skill
Agar mempunyai skill yang mumpuni, seseorang harus melakukan pekerjaannya secara berulang-ulang. Demikian pula untuk seorang anak ABK. Kira-kira diulang hingga 10 ribu jam agar bisa mahir.






Talents Mapping

Cara menggali dan mengenali bakat anak ABK ini, Bu Iin Indrayanai menggunakan metode Talents Mapping, yaitu cara menilai dan menggali bakat (karakteristik produktif) dan potensi kekuatan dengan tampilan hasil yang lengkap, mudah dipahami, dan menarik.  



 
Sebenarnya metode TM ini buat orang-orang 'kebanyakan', tapi oleh bu Iin bisa diaplikasikan untuk anak ABK dengan mengambil beberapa tema bakat yang bisa dilakukan oleh anak ABK. Dengan melakukan TM terhadap anak ABK, diharapkan orang tua tak hanya fokus pada kelemahan dan cara mengatasinya, melainkan lebih melihat kepada kekuatan di dalam dirinya.

Setiap orang adalah unik. Setiap manusia mempunya kelemahan dan kelebihan. Tapi, jangan sampai kita hanya berkutat pada kelemahan anak dan jangan terjebak pada label. Misalnya, anak autis, dan lain-lain. Setiap manusia pasti punya potensi produktif yang mungkin tidak sama satu dengan yang lainnya, dan inilah yang disebut dengan bakat. 

Bakat dalam arti luas merupakan potensi diri, yang dimiliki oleh setiap manusia, yang merupakan pemberian Allah yang paling berharga. Namun, sering kita lupakan. Banyak orang yang berkutat pada kelemahan dan keterbatasan diri, dibandingkan dengan mengembangkan potensi yang dimilikinya. 

Padahal memiliki kelemahan adalah hal yang wajar, karena tak ada manusia yang sempurna. Namun, hal yang perlu diingat, setiap manusia pasti juga memiliki kelebihan, yang bisa jadi merupakan kekuatan unik yang berbeda dengan orang lain. Nah, proses untuk menemukan potensi ini adalah diawali dengan penemuan diri.



Ada beberapa cara untuk menemukan potensi bakat dan kekuatan kita, di antaranya melalui:
1. Talents Mapping Assessment (TM)
2. Personal Strength Statement (PSS)
3. Strength Typology (ST-30)

Dalam hal ini, bu Iin hanya memakai 2 cara, yaitu Talents Mapping Assessment (TM) dan Personal Strength Statement (PSS).



Talents Mapping Assessment (TM) ini dilakukan kepada ibu. Mengapa? Karena ibu adalah sosok penting dalam keluaraga. Ibu adalah kunci keberhasilan anak dalam upaya mencari jati dirinya. Cara ibu merawat dan mendidik, menjadi kunci pertumbuhan dan perkembangan anak dalam proses dari anak-anak menuju dewasa dan meraih keberhasilannya.



Saat TM untuk ibu, yang dilakukan adalah menggali sifat produktif (bakat), serta mengiterpretasikan kekuatan terkait peran melalui bakat dominan. Jika hasil dari TM untuk ibu adalah DEVELOPER DOMINAN, maka pendampingan anak dalam mengembangkan potensi, sepenuhnya dilakukan oleh ibu. Dan jika DEVELOPER TIDAK DOMINAN atau DEVELOPER DOMINAN, tapi ibu ibu seorang yang sibuk, maka ibu sangat memerlukan bantuan orang lain dalam pendampingan anak. Dibantu guru atau orang lain.






Personal Strength Statement (PSS) ini adalah dengan melakukan TM untuk ABK. Tujuannya untuk
menggali pengamatan yang merupakan gambaran kemampuan/kompetensi dan minat terhadap aktivitas produktif. TM untuk ABK ini berupa asesmen yang di dalamnya memiliki 28 (dari 114) aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak ABK.

Assesemen terhadap ibu dan anak berupa pertanyaan sebagai berikut:
- Apa yang sering dilakukan anak?
- Apa yang sering dilihat anak?
- Apa yang sering dipegang anak?
- Apa yang sering didengar anak?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan memberi petunjuk, apa kira-kira aktivitas yang perlu dicoba untuk digali kekuatannya. Selain itu, anak-anak ABK perlu dikenalkan dengan berbagai macam aktivitas, agar lebih mudah mengetahui mana yang menjadi minatnya. Termasuk dibiasakan untuk membantu aktivitas rumah, misalnya merapikan tempat tidur, mencuci piring, menyapu, dan lain sebagainya. Selain itu, aktivitas rumahan ini juga membantu anak ABK supaya lebih mandiri.



Ciri-Ciri Bakat

1. Jika hasrat untuk melakukan aktivitas tertentu sering membuatnya lupa waktu (YEARNING)
2. Mempelajari hal tertentu terasa lebih mudah (RAPID LEARNING)
3. Menjalankan aktivitas tertentu terasa 'mengalir' alami. Persiapan minimal, hasil maksimal (FLOW)
4. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan (GLIMPSES OF EXCELLENCE)

5. Kepuasan hati dalam aktivitas tertentu membuat ingin segera menjalani kembali (SATISFACTION)



Untuk memastikan kira-kira apa yang menjadi bakat anak, treatment yang dilakukan sebagai berikut:
- Anak diberi salah satu aktivitas untuk dilakukan selama beberapa bulan (4-6 bulan)
- Jika anak EASY dan ENJOY, aktivitas dapat terus dikembangkan untuk menemukan kekuatan setelah 10.000 jam
- Untuk pengembangan bakatnya: anak latihan ilmu dasar, belajar pada maestro dan magang
- Jika dalam masa percobaan ini, anak tidak merasa EASY dan ENJOY, ganti lagi dengan aktivitas lain, hingga ditemukan bakat yang sebenarnya.



Jadi jika disimpulkan, aktivitas yang bisa menjadi bakat, passion, serta produktivitas, yang selanjutnya akan menjadi kekuatan anak mengandung 4E: ENJOY, EASY. EXCELLENT, EARN.
- ENJOY: Jika anak senang dan nyaman saat mengerjakannya
- EASY:  Anak merasa mudah mengerjakannya
- EXCELLENT: Hasilnya sangat bagus
- EARN: Aktivitas itu bisa menghasilkan produk atau finansial atau menjadi sesuatu yang produktif



Sebuah passion akan menjadi kekuatan, jika aktivitas yang dilakukan itu  ENJOY, EASY, EXCELLENT, serta EARN. Kalau aktivitas itu hanya sekedar ENJOY, EASY, EXCELLENT, tapi tidak membuat ERN alias menghasilkan secara finansial, maka itu hanya sebatas HOBI saja dan tidak akan menjadi sesuatu yang produktif.



Nah, tujuan TM pada anak ABK adalah membuat bakat itu menjadi sebuah KEKUATAN alias produktif dan menghasilkan secara finansial.

Itulah ringkasan sederhana saya dari materi seminar menemukan bakat dan minat pada anak ABK dengan metode Talents Mapping. Semoga bermanfaat.

Bogor, 23 November 2018





خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).


Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6435-pribadi-yang-bermanfaat.html

Senin, 19 Februari 2018

Serunya Snorkeling 'Tipis-Tipis' di Pantai Nglambor Yogyakarta

Waktu lebaran tahun 2017 kemarin kami seperti biasa mampir Yogyakarta untuk bersilaturrahim ke keluarga suami. Selain bersilaturrahim, kami juga punya rencana untuk mengenalkan anak-anak pada wisata snorkeling. Anak-anak kami belum pernah melakukan aktivitas ini. Kalaupun ke pantai, biasanya hanya sekedar bermain air. Nah, saya kebetulan pernah membaca pengalaman seorang teman yang pernah snorkeling  di sebuah pantai di Yogyakarta. Terbersit dalam benak saya, "Sepertinya snorkeling  di sini cukup terjangkau bagi kocek kami."

Saya lupa pantai apa tempat teman saya snorkeling waktu itu. Akhirnya saya browsing. Setelah browsing, nanya teman dan keponakan, akhirnya kami memilih snorkeling ke pantai Nglambor, Wonosari Gunung Kidul. Berdasarkan info keponakan perjalanan ke pantai ini juga enggak susah.

Kami berangkat pagi sekitar jam 7.00 dari daerah kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) sampai destinasi sekitar jam 9-an. Alhamdulillah perjalanan lancar, jalan berkelak kelok, tapi relatif aman, hingga ke pantai Nglambor. 



Di sekitar pantai Nglambor ada 3 pantai yang bisa dituju, yaitu pantai Jogan, Nglambor, dan Siung. Bayar di pintu masuk wilayah itu untuk 3 pantai cuma Rp 5rb/orang. Murah kan ya? :D

Wisata snorkeling cuma ada di pantai Nglambor. Untuk sampai di pantai Nglambor, mobil harus diparkir di ujung jalan, karena jalan menuju ke sana belum bisa dilewati mobil. Tapi, ada banyak tukang ojek motor yang siap mengantar. Bayar ojek cuma Rp 5rb/motor bisa untuk 2 orang. Jarak menuju pantai sekitar 800 m dari ujung jalan raya. Menuju lokasi pantai, jalan kaki pun sebenarnya bisa. Tapi, karena belum kebayang bagaimana kondisi jalannya, akhirnya kami memilih naik ojek saja. Mobil diparkir di tempat pasrkir yang telah disediakan. Bayarnya Rp 10rb sepuasnya. :D

Sampai di pantai Nglambor, kami diantar tukang ojek ke persewaan alat selam. Biaya sewa peralatan selam Rp 45rb/jam, sudah termasuk pelatih yang mengajari dan mendampingi kita menyelam. Peralatannya terdiri dari sepatu selam, pelampung, kacamata selam, dan alat bantu nafas.



Untuk melakukan snorkeling ini, sebaiknya anak-anak yang sudah bisa berenang. Insya Allah aman buat anak-anak karena posisi menyelamnya rendah, enggak sampai ke dasar laut yang dalam. Hanya menyelam sekitar 10 meter saja, biota laut sudah bisa dinikmati keindahannya. Ombaknya relatif  pelan, sehingga biota laut dan terumbu karang tumbuh dengan subur. Air di pantai ini pun jernih, sehingga bisa melihat hingga ke dasar laut. Pemandangan di pantai Nglambor sangat indah. Pokoknya murah meriah, dan menyenangkan. Anak-anak sangat senang mempunyai pengalaman baru.



Saya sendiri memilih untuk duduk-duduk saja di pinggir pantai, menemani si kecil bermain pasir di tepi pantai. Anak balita bermain sendiri di tepi pantai relatif aman, karena ombaknya enggak terlalu kencang. Anak-anak bisa mencari kulit kerang dan batu halus warna-warni.



Setelah 1 jam dan anak-anak puas bermain, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Siung, yang berjarak sekitar 500 meter dari pantai Nglambor. Setelah puas bermain di pantai Siung, kami memutuskan pulang. Sebelum pulang, sempat ada niat mampir ke pantai Jogan. Melihat jalan yang dilalui agak 'mengerikan', saya memutuskan untuk batal saja berkunjung ke pantai ini. Hehe ... saya serem melihat jalan menuju pantai Jogan yang turunnya sangat tajam. Selain itu juga sudah sore. Jadi ya kami memutuskan untuk pulang saja ke Yogyakarta. Alhamdulillah kami puas dan senang menikmati wisata ini.



Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Senin, 08 Januari 2018

Wisata Seru di Taman Buah Mekarsari

Karena suami masih capek habis acara kantor 3 hari nginep, akhirnya long weekend tanggal 25 Desember 2015 kemarin kami ke Taman Buah Mekarsari, yang lokasinya masih di Bogor. Tepatnya antara Cileungsi Jonggol. Kami sengaja berangkat pagi-pagi, supaya ga ketemu macet. Sampai lokasi sekitar jam 9an, masih terlihat sepi. Kami memilih paket hemat Manggis, Rp 90rb/orang, dengan rincian tiket masuk Rp 25rb, greenland tour Rp 55rb, speedboat Rp 30rb. Jadi hemat Rp 20rb/orang dibandingkan kalau kita beli ketengan.

Sambil nunggu greenland tour jam 12, kami ke arena bermain keluarga, nyobain mancing. Karena anak-anak belum pernah tahu rasanya mancing ikan. Nyewa pancing dan umpannya Rp 15rb. Kita nyewa satu pancing, dipakai bergantian, toh ikannya juga sudah pada males kali makan umpan. Karena dari beberapa pemancing yang ada, ga ada satu pun yang dapat ikan...hehe. Di area family ground kita bisa melihat kebun jagung, kebun terong, beberapa hewan seperti burung, ayam, kelinci, dan lain-lain. Ada juga kerbau yang sedang asyik berendam di kolam lumpur. Setelah mendekati jam 12.00 kita ke tempat greendland tour. Tapi karena hari itu hari jumat, abi ikut jumatan dulu di masjid yang ada di lokasi Taman Buah Mekarsari. Akhirnya kita dapat jadwal tournya gelombang kedua jam 12.30. 

Greendland tour ini adalah mengelilingi area kebun buah dengan naik bis yang dipandu oleh seorang pemandu wisata. Pemandu wisata ini menceritakan tempat-tempat yang kita lewati. Pertama kita melihat kebun buah melon, kita boleh turun dan petik melon sendiri. Ditimbang dan dibayar sesuai beratnya. Terus jalan lagi, melewati kebun rambutan. Kita boleh turun dan mencicipi buah rambutan yang sudah disediakan. Lanjut ke kebun salak, boleh turun dan dapat buah salak 1 keranjang per orang. Kemudian ke kebun buah belimbing, kita boleh turun juga, dan dapat beberapa buah belimbing per orang. 

Selain di kebun buah itu, kita juga turun ketika tiba di kebun buah langka, yaitu buah yang jarang kita temui. Seperti buah kesemek, buah kokoa, dan lain-lain. Di situ kita dapat sebotol jus buah segar per orang.Nggak di setiap kebun kita boleh turun, hanya kebun-kebun tertentu saja. Kalau kita perhatikan, pohon-pohon buah yang ada di Taman buah Mekarsari ini bentuknya pendek-pendek, itu memang disengaja. Tujuannya adalah untuk memudahkan perawatan dan pemetikan buah. 

Pemendekannya dengan cara dipotong ujung-ujung pohonnya yang masih muda, sehingga nggak sempat untuk tumbuh menjulang. Setelah greenland tour, paket selanjutnya adalah naik speedboat. Sebenarnya naik speedboat ini adalah sesuatu yang biasa, tapu yang bikin luar biasa adalah naik speedboatnya dengan kecepatan tinggi dan belok dengan mendadak. Dan yang lebih seru dan memicu adrenalin lagi adalah naik perahu donat yang ditarik dengan speedboat dengan kecepatan tinggi. Anak-anak suka dengan sensasinya. Saya sendiri nggak berani mencobanya. Ngeper duluan.... 

Setelah puas berkeliling, akhirnya kita keluar sekitar jam 16.00 dengan naik bis tour lagi, gratis untuk menuju ke pintu gerbang keluar. Ternyata sebelum keluar kita bisa menukar voucher masuk dengan bibit tanaman yang bisa kita pilih sendiri. Jadi pulang dari arena taman buah merkarsari kita menenteng banyak oleh-oleh, yaitu 5 kantong buah salak, 5 kantong buah belimbing, jus buah, 5 bibit tanaman. Alhamdulillah, semoga pengalaman ke Taman Buah Mekarsari bermanfaat buat anak-anak. 

Jumat, 22 Desember 2017

Belajar Ngeblog Lagi

Sebenarnya saya itu sudah punya BLOG kira-kira sejak 10 tahun yang lalu. Waktu itu belajar secara otodidak dengan dipandu oleh seorang sahabat waktu kuliah. Waktu itu beliau satu-satunya teman online yang rajin chatting dengan saya, via yahoo messanger. Facebook sepertinya belum populer di masa itu. Beliau dengan sabar mengajari saya 'ngutak-utik' BLOG. Akhirnya jadilah BLOG pertama saya: www.griyamuslimahbogor.blogspot.com.


Tujuan awal saya membuat BLOG kala itu adalah untuk berjualan online, belum berpikir sebagai tempat untuk menuliskan banyak hal. Tampilan dan isinya pun masih acak-acakan pakai banget. :D Setelah beberapa tahun berlalu dan saya sudah agak 'melek' media sosial, serta aktif menulis lagi, saya kembali membuat BLOG yang baru. Www.anitamutiaraningtyas.com ini adalah nama BLOG kedua, yang rencananya saya pakai untuk menulis tentang banyak hal, terutama pengalaman-pengalaman hidup saya, dan syukur-syukur bisa 'menghasilkan'. Makanya, BLOG kedua ini sudah memakai domain pribadi.


Meskipun hingga saat ini BLOG kedua saya belum menghasilkan apa-apa, karena memang belum dimanfaatkan secara maksimal. Belajar nge-BLOG di zaman old secara online belum ada kayaknya, enggak sesemarak zaman now. Soalnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang agak susah untuk sering-sering keluar rumah, apalagi ditambah 'buntut' yang semakin lama semakin bertambah, urusan belajar jadi hal yang kesekian. Itulah mengapa dengan adanya berbagai macam training online zaman now ini memudahkan para emak seperi saya untuk kembali belajar. Belajar tanpa keluar rumah, cukup duduk manis sambil ngopi cantik. Ya kan?


Nah, kebetulan JOERAGAN ARTIKEL sedang mengadakan training online BLOGGING for BEGINNER, saya kembali bersemangat untuk belajar memaksimalkan BLOG dengang baik. Seperti lebih rajin menulis, merapikan BLOG, mempercantik tampilan BLOG, membuat tulisan yang lebih menarik, dan lain-lain. Itulah harapan saya mengikuti training ini. Semoga dengan mengikuti training kali ini, membuat BLOG saya menjadi lebih baik lagi, bermanfaat buat orang lain, serta 'menghasilkan'. Aamiin


Kamis, 21 Desember 2017

Tak Hanya Sekedar Berhijab

Beberapa tahun terakhir ini, kata-kata hijab sudah tak asing lagi di telinga, terutama setelah para selebriti banyak yang memutuskan untuk berhijab. Apa sih sebenarnya definisi hijab itu? Secara bahasa, hijab itu artinya adalah 'penutup'. Adapun secara istilah, makna hijab maknanya sangat luas. Akan tetapi, bisa diringkas sebagai berikut: segala hal yang menutupi apa yang seharusnya ditutupi oleh seorang Muslimah. Jadi hijab muslimah bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki. (Sumber: https://muslim.or.id/26725-makna-hijab-khimar-dan-jilbab.html)


Fenomena muslimah berhijab ini sebenarnya patut disyukuri. Ini artinya masyarakat sudah menerima hijab sebagai gaya berpakaian yang sesuai syariat. Tak seperti dua puluhan tahun yang lalu, saat berjilbab menjadi sesuatu yang dianggap 'aneh'. Namun, sangat disayangkan jika berhijab hanya sebatas trend saja, tanpa tahu makna hijab sebenarnya. Ada nilai-nilai ibadah dibalik hijab . Bukan sekedar gaya berpakaian yang lagi nge-hits saat ini. Kalau berhijab hanya dipandang sebagai sebuah trend semata, bukan tidak mungkin ketika trend mode berganti, hijab juga akan ditinggalkan juga. Semoga hal itu tidak sampai terjadi. Na'udzu billahi min dzalik.


Ada beberapa hal yang harus dilakukan setelah seorang muslimah memutuskan untuk berhijab: Hijab Bukan Sekedar Trend Berhijab hanya karena trend atau bukan, hanya kita sendiri yang tahu. Ingat sebuah hadits: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits) Jadi, biasanya apa tujuan seseorang itu berhijab akan berpengaruh pula pada kesehariannya. Hanya Allah-lah yang tahu niat seseorang. Seorang muslimah yang sadar bahwa berhijab bukanlah sekedar trend, biasanya akan terlihat dari penampilannya sehari-hari, akhlaknya menjadi lebih baik dan terjaga, serta tidak sembarangan mencopot hijabnya.

Wajib Mempelajari Ilmu Agama Menuntut ilmu agama bagi setiap muslim itu wajib hukumnya, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224) Berhijab karena Allah dan berlandaskan ilmu, menjadikan hijab kita lebih bernilai di hadapan-Nya. Seorang muslimah tak cukup hanya sekedar berhijab tanpa tahu ilmu atau makna hijab baginya. Untuk itulah dia wajib untuk menuntut ilmu agama, sehingga tidak sekedar ikut-ikutan trend semata. Tapi, dia sadar bahwa hijab yang dipakainya merupakan perintah Allah yang wajib diamalkan oleh semua wanita muslimah di mana pun berada.


Memilih Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan sangatlah besar pengaruhnya bagi kita. Jika kita berada di lingkungan orang-orang baik, biasanya kita juga akan selalu termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan. Nah, dengan selalu memilih lingkungan pergaulan, insya Allah keistiqomahan kita dalam berhijab senantiasa bisa terjaga. Jadi benarlah sebuah 'sindiran' yang pernah saya baca: "Setelah berhijab perbanyaklah menuntut ilmu agama, bukan malah memperbanyak model hijab"


Rabu, 01 November 2017

Kirim Paket ke Hongkong

Yup, mengirimkan paket ke luar negeri adalah mimpi sebagian pemilik online shop. Demikian juga dengan angan-angan saya, yaitu bisa Go Internasional. Meskipun Go Internasional ala saya itu masih 'tipis-tipis' dan masih skala 'jago kandang'. Maksudnya, hingga saat ini saya masih berkutat dengan pasar nasional, belum benar-benar fokus untuk pemasaran ke luar negeri.

Online shop saya, Griya Muslimah Bogor, target market-nya masih orang Indonesia, serta pemasarannya pun masih memakai facebook personal dan fanpage non fb ads. Jadi, kalau pun ada pengiriman ke luar negeri itu sebenanya kebetulan saja. Sepertinya mereka adalah teman facebook saya yang sedang bekerja di luar negeri alias TKW.



Nah, kembali ke masalah kirim paket ke Hongkong tadi ya Mak. Online shop saya memang pernah beberapa kali mengirim paket ke luar negeri, antara lain Australia, Malaysia, Korea, dan terakhir kemarin adalah ke Hongkong. Waktu kirim ke Australia, saya pakai ekspedisi Pos Indonesia, yaitu EMS.  Untuk ke Malaysia pernah pakai EMS dan PPLN (produk dari PT Pos Indonesia), serta pernah pakai pula ekspedisi khusus Malaysia yang ada di Tanah Abang. Kalau pengiriman ke Korea waktu itu pakai EMS-nya Pos Indonesia.

Biasanya mengirim paket ke luar negeri melalui ekspedisi umum seperti itu biayanya mahal, kasihan pembelinya. Kalau mau lebih murah, carilah ekspedisi yang mengkhususkan diri ke pengiriman negara tertentu. Sebagaimana pengiriman ke Hongkong kemarin itu. Setelah browsing sana sini, akhirnya kami menemukan ekspedisi khusus Hongkong dan sekitarnya dengan biaya yang murah.

Mengirim Paket ke Hongkong Via SEMC Express 

Ketika ada hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, biasanya saya browsing dulu. Mencari pengalaman orang lain yang mungkin bisa kami tiru, untuk meminimalkan kesalahan. Termasuk dalam hal megirim paket ke Hongkong ini. Sebelumnya browsing kami menanyakan terlebih dulu ke customer ada ekspedisi yang direkomendasikan nggak? Kalau ternyata enggak ada, kami lanjutkan browsing lagi untuk mencari ekspedisi yang pas atau membaca pengalaman orang lain dalam masalah ini. Ketemulah kami dengan sebuah blog yang menceritakan pengalamannya mengirim paket ke Hongkong ini via SEMC Express, lengkap dengan alamat, prosedur, serta nomer kontak ekspedisinya.

Lalu, browsing  berikutnya adalah mencari kebenaran adanya ekpedisi SEMC Express ini serta menghubungi contact person-nya via whatsapp (WA). Ternyata nyambung dan enak diajak komunikasi. Selanjutnya, kami menghubungi customer memberi tahu prosedur pengirimannya, serta biayanya. Beliau setuju dan besoknya langsung transfer. Alhamdulillah dimudahkan.

Prosedurnya

SEMC Express ini posisinya ada di Jakarta. Jadi, prosedurnya kami harus mengirim paket ini ke kantor SEMC Express via JNE atau mungkin bisa juga ekpedisi lain. Nanti selanjutnya SMEC Express inilah yang akan mengirimkan paket kita ke Hongkong. Ongkos kirim paket 1 kg ke Jakarta dengan Jne Reg adalah Rp 9.000,00. Nah, untuk ongkos kirim ke Hongkong dibayar oleh customer ketika beliau mengambil paket ini di ekspedisi. Saya kurang tahu, apakah paket harus diambil sendiri atau bisa diantar langsung ke alamat konsumen di Hongkong.

Jadi memang ada dua kali pengiriman, yaitu kita kirim paket ke alamat SEMC Express yang ada di Jakarta, lalu pihak SEMC Express inilah yang selanjutnya mengirimkan paket ke alamat di Hongkong. Ketika kami tanya ke customer Hongkong, berapa biaya mengambil paket di ekspedisi ini. Beliau menjawab, bayar Rp 55rb jika dikurs-kan ke rupiah. Murah sekali kan?

Kesimpulan

Di Indonesia ini ada beberapa ekspedisi yang memang mengkhususkan diri sebagai ekspedisi khusus wilayah tertentu. Mengirimkan paket via ekspedisi seperti ini memang jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan ekspedisi yang mengambil jalur umum. Ada ekspedisi spesial Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain. Untuk tujuan luar negeri, ada ekspedisi spesial Malaysia, Korea, Hongkong dan sekitarnya, dan mungkin masih banyak lagi, terutama negara yang ada TKI-nya.

Ekspedisi-ekspedisi ini biasanya cuma ada di kota besar, seperti Jakarta. Jadi, untuk saya yang posisinya di Bogor, harus mengirimkan paket ini dulu ke ekspedisi spesial yang ada di Jakarta. Tapi, sebelumnya memang harus ada konfirmasi ke pihak JNE dan ekspedisi khusus tersebut. Sehingga biasanya ketika mengirim paket seperti ini, akan tertulis dua alamat di bagian depan, yaitu alamat SEMC Express dan alamat konsumen Hongkong. Karena sepertinya hal ini sudah biasa dalam dunia per-ekspedisi-an, jadi masing-masing ekspedisi sudah faham ketika kita kasih tahu sebelumnya.


Kesimpulan terakhir adalah biasakan browsing atau bertanya kepada orang yang lebih 'senior' jika ada hal-hal baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Hal ini untuk memperkecil kesalahan. Kalaupun ada kesalahan yang terjadi, setidaknya 'uang sekolah' yang kita keluarkan tak terlalu mahal. Apapun itu pengalaman adalah guru yang terbaik.

Semoga tulisan ini bermanfaat.


Bogor, 1 November 2017
  


 

Selasa, 24 Oktober 2017

Belajar Berenang di Usia Tak Muda Lagi? Siapa Takut?

Saya mengibaratkan belajar berenang itu seperti belajar nyetir mobil. Butuh keberanian yang tinggi. Untuk bisa menyetir mobil di jalan raya, butuh nyali yang besar dan tentu saja skill dan ilmu yang cukup. Skill hanya bisa diperoleh dengan banyaknya jam terbang.

Demikian juga dengan belajar berenang, hal utama yang harus dilawan adalah rasa takut terhadap air. Rasa takut ini biasanya adalah rasa takut tenggelam. Padahal kalau kita menahan nafas dalam air, tubuh kita akan mengambang. Jadi, memang hal pertama yang biasanya diajarkan dalam berenang adalah latihan menahan nafas dalam air. Setelah itu baru gerakan yang harus dilakukan ketika berenang, serta cara membuang nafas.

Ada beberapa gaya dalam berenang, seperti gaya bebas, gaya dada, gaya katak, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan lain-lain. Masing-masing gaya itu punya manfaat sendiri-sendiri. Cuma menguasai satu gaya tak masalah menurut saya. Saya pun juga cuma bisa gaya katak, hehe ... Sebenarnya pengin juga belajar gaya yan lain. Tapi, untuk belajar gaya lain belum ada kesempatan.




Proses Belajar Berenang


Meskipun saya sejak kecil sering diajak Bapak dan Ibu bermain di kolam renang dan belajar berenang asal-asalan, tak membuat saya bisa berenang dengan benar. Saya baru mulai belajar berenang dengan benar saat mempunyai 2 orang anak. Kebetulan kala itu ada seorang guru renang muslimah, yang menerima les berenang khusus muslimah. Tapi galaknya minta ampun.

Beliau mantan atlet renang di masa mudanya. Tegas dan galak. Buat ibu-ibu yang lemah lembut, mungkin enggak cocok. Beruntung saya adalah mantan anggota pramuka. Jadi meski cara mengajar beliau nyebelin, saya bertekad 'harus bisa berenang dengan benar.' Kata orang Sunda mah: Sabodo Teuing alias bodo amat, yang penting bisa. Rugi kalau sampai enggak bisa, karena kapan lagi ada guru berenang muslimah.


Sebagai orang yang jika punya sebuah kemauan berusaha untuk mewujudkannya, perjuangan saya belajar berenang bukanlah proses yang mudah. Ketika awal mulai belajar berenang lagi, saya sudah punya 2 anak. Yang terkecil seingat saya baru umur 2 tahunan. Jadwal berenangnya pagi hari, yaitu hari Sabtu seingat saya. Suami hari Sabtu enggak libur kantor. Walhasil, saya belajar berenang dengan mengajak 2 krucil anak. Selama saya belajar berenang, mereka bermain di kolam kecil.

Membiarkan anak-anak bermain sendiri di kolam tanpa ada yang mengawasi membuat saya was-was juga. Jadi, terkadang saya bawa asisten rumah tangga untuk menjaga anak-anak selama saya belajar berenang. Repot sih sebenarnya, tapi ya gitu deh demi sebuah tekad. :D
Untuk memperlancar berenang, terkadang saya berinisiatif mengajak ibu-ibu jama'ah masjid patungan menyewa kolam renang. Karena waktu itu belum banyak pilihan kolam renang yang ada jam renang khusus muslimah.


Mengapa saya bela-belain begitu? Karena seperti halnya latihan menyetir mobil, belajar berenang kalau enggak dipraktekan dan nekad, enggak bakalan bisa. Kuncinya adalah nekad, jangan takut tenggelam dan dipraktekkan. Alhamdulillah akhirnya saya bisa berenang, walau cuma bisa gaya katak. :D

Anak Saya Belajar Berenang Sejak Kecil

Berkaca dari pengalaman pribadi, anak-anak saya latihan berenang mulai TK. Belajar sebuah ketrampilan seperti berenang dan menyetir mobil lebih baik sejak dini. Untuk berenang harus sejak kecil, mungkin di usia 4 atau 5 tahun. Karena semakin tua, rasa was-was dan rasa takut itu lebih besar. Sehingga agak menghambat proses belajar untuk menjadi bisa.

Kalau saya perhatikan, anak-anak belajar berenang seminggu sekali, 2-3 bulan sudah bisa satu gaya. Apalagi untuk anak yang tak takut dengan air, pasti akan lebih cepat lagi. Akan tetapi, untuk anak saya yang ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), untuk bisa satu gaya itu lama sekali. Kira-kira hingga 3 tahun, baru bisa satu gaya dengan lumayan sempurna.

Untuk anak saya yang ABK, proses belajarnya memang lama. Dari menghilangkan ketakutan dia terhadap air,  mengejar-ngejar dia dulu karena menolak belajar berenang, dan lain-lain. Guru berenang memang harus yang sangat sabar dan sayang anak. Alhamdulillah dalam kurun 3 tahun, junior 2 saya, seorang ABK bisa berenang 2 gaya, yaitu gaya katak dan gaya bebas. Dia mulai belajar berenang usia 4 tahun.

Sekali lagi, saya sebagai orang yang jika punya kemauan pantang menyerah, mengantar les berenang junior 2 ini (ABK) pun saya jabanin. Meski saya sedang hamil anak ke-3, bahkan hingga saya sudah melahirkan, mengantarkan juior 2 ini tetap saya jalani. Dengan perut yang sudah membesar dan selanjutnya nenteng bayi sambil nganter belajar berenang supaya bisa, saya jalanin. Alhamdulillah, jika kita bertekad dalam kebaikan, insya Allah dimudahkan.



Masih Ada Kesempatan Belajar Berenang Buat Ibu-ibu

Meskipun secara usia sudah tidak muda lagi, ibu-ibu masih bisa belajar berenang loh. Belajar apa pun umumnya tak memandang dari sisi usia. Asal ada guru dan semangat yang tinggi, insya Allah belajar apa pun bisa terlaksana dengan baik. Termasuk belajar berenang di usia yang tidak muda lagi ini.

Alhamdulillah di Bogor ada komunitas berenang muslimah, yang rutin mengadakan latihan berenang khusus muslimah setiap hari Rabu pagi. Guru renangnya pun seorang muslimah, yang kebetulan beliau adalah mantan atlet nasional. Jadi tak diragukan lagilah kemampuan beliau ini.

Kalau saya perhatikan memang proses belajarnya ibu-ibu ini agak lama ya dan berpotensi juga enggak lulus alias enggak bisa berenang juga. Karena problematika ibu-ibu itu kan memang banyak. Seperti susah membagi waktu, sedang banyak urusan di rumah, sedang punya anak balita, dan lain-lain. Ditambah lagi mental berani masuk air yang agak rendah. Saya pun mengalami hal itu juga.  Jadi, bagi saya bisa berenang dengan satu gaya adalah sebuah prestasi tersendiri. :D

Nah Bu, bagaimana masih semangat untuk belajar berenang kan?


 Bogor, 25 Oktober 2017








Mengenal dan Menjadikan Minat Bakat Anak Berkebutuhan Khusus menjadi Berlian

Judul di atas adalah tema dari seminar yang saya ikuti pada hari Sabtu, 17 November 2018 kemarin, yang diadakan oleh komunitas KOMPAKK...