Senin, 03 Februari 2020

5 Tips Belajar Menyetir Mobil di Usia yang Tak Muda Lagi

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, belajar menyetir mobil bagi ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi adalah sesuatu yang rumit.😁  Saya sendiri pun mengalaminya. Butuh nyali dan mental besar untuk mengalahkan rasa takut.

Saya mulai belajar menyetir lagi setelah mempunyai 2 orang anak, kira-kira di usia 31 tahun. Meskipun dulu sudah pernah tahu teorinya dan pernah mencoba belajar waktu masih SMA, tapi tetap saja agak susah saat belajar lagi untuk yang kedua kalinya. 
Setelah melalui proses yang agak panjang, alhamdulillah ternyata bisa juga akhirnya sama menyetir mobil sendiri dengan lancar hingga saat ini. Kira-kira sudah sekitar 14 tahun saya bisa menyetir mobil secara mandiri.

Nah, kondisi yang sama pun dialami oleh anak sulung saya, yang saat ini berusia 20 tahun. Mulai belajar meyetir mobil di usia 19 tahun dengan ikut kursus privat menyetir mobil sebanyak 1 paket dan dilanjut dengan pendampingan oleh abinya. Namun, hingga saat ini belum berani menyetir mobil sendiri juga. Memang sungguh rumit. 😄

Jadi, bisa jadi memang perempuan agak lebih lama prosesnya untuk bisa berani dan pede menyetir mobil secara mandiri, bukan? Ataukah ini hanya sekedar pembelaan diri sendiri saja? Entahlah ... 😄

Nah, berikut ini ada 5 tips supaya wanita sukses bisa menyetir mobil sendiri, ala saya:

1. Bulatkan Tekad

Kurangnya tekad yang kuat, terkadang menghambat keinginan kita untuk berhasil. Untuk itu, selalu tanyakan lagi dalam lubuk hati yang terdalam (ecieee.. 😁 ), apa sih sebenarnya niat kita bisa menyetir mobil sendiri? 

Agar bisa mengantar sekolah anak-anak saat hujan. Agar tidak terlalu merepotkan suami nganter-nganter kebutuhan kita, padahal beliau sebenarnya sedang lelah. Atau alasan-alasan positif lainnya yang membuat tekad semakin bulat untuk bisa menaklukan rasa up and down yang terkadang melanda.

2. Jangan Putus Asa

Jujur pernah ada rasa putus asa saat belajar menyetir mobil lagi di usia 31 tahun. Seorang emak-emak  dengan 2 orang anak, yang sudah belajar untuk kedua kalinya, ternyata belum bisa-bisa juga. 

Sempat sebulan dua bulan cooling down dulu,  enggak latihan bawa mobil, paska mobil nabrak tembok masjid. Itu akibat dari rasa pede saya, yang merasa sudah bisa nyetir sendiri. Tanpa memperhitungkan bahwa kemampuan saya dalam menguasai mobil masih belum stabil. Nah, saat mobil lewat polisi tidur yang enggak terlalu tinggi, saya enggak bisa menguasai setir. Terjadilah apa yang tak terpikirkan sebelumnya. Bruk ... Nabrak!

Mobil oleng ke kanan dan nabrak pagar tembok masjid dekat rumah, roda mobil masuk selokan. Alhamdulillah ada sopir tetangga yang membantu mengeluarkan mobil dari atas got. Antara panik dan malu melanda. Saya pun trauma untuk beberapa waktu.

Alhamdulillah suami saat pulang kerja tak marah dengan kejadian ini. Beliau tetap men-support saya untuk tetap belajar menyetir mobil. 

Perlahan semangat saya bangkit lagi, setelah menikmati masa hibernasi. Saya mulai belajar lagi hingga benar-benar mampu secara teori dan praktik Meskipun masih butuh pendampingan agar semakin terampil. 

3. Abaikan Rasa Khawatir

Problem terbesar bagi rata-rata perempuan, terutama yang sudah berpredikat sebagai ibu , adalah rasa khawatir yang terlalu berlebihan. Belum memulai sudah panik duluan. Belum apa-apa sudah kebayang suasana di jalan raya dan lain-lain.

Menurut saya, dukungan terkuat agar seorang wanita yang sudah tidak muda lagi sukses bisa nyetir mobil sendiri adalah dari suaminya. Seorang suami yang selalu men-support dan mau mendampingi istrinya di masa awal-awal belajar menyetir mobil. Itulah yang saya perhatikan dari teman-teman wanita saya.

Seberapa lama pun prosesnya hingga istrinya mandiri, tetap dengan sabar dia motivasi. Proses ini ada yang sebulan, dua bulan, bahkan berbulan-bulan. Namun akhirnya istrinya bisa juga.

4. Perbanyak Masa Pendampingan

Nah, masa inilah yang paling urgen, masa pendampingan. Sukses tidaknya kita berani menyetir mobil sendiri, berkaitan erat dengan intens-nya masa pendampingan ini. 

Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan saya terhadap teman-teman, masa pendampingan orang per orang tidaklah sama. Ada yang urat beraninya sangat besar ada yang nyalinya memang gampang ciut.

Untuk yang nyalinya gampang ciut, proses pendampingan bisa memakan waktu yang agak lama, bisa berbulan-bulan.


Nah, siapa saja yang bisa kita mintain tolong mendampingi saat masih belum mahir dan belum pede? Bisa suami, bisa saudara, bisa teman perempuan. Yang pasti mereka memang sudah mahir dan cekatan dalam urusan menyetir mobil.

5. Yakin Akan Bisa  

Harus punya keyakinan bahwa kita pasti bisa. Ibu-ibu yang lain yang bisa, pasti aku pun bisa. Sehingga dengan adanya keyakinan itu, akan membuat kita selalu semangat untuk suatu saat bisa menyetir mobil sendiri.

Ada yang prosesnya lama, ada pula yang memang cepat karena memang 'pemberani'. Yang pasti semangat tak boleh luntur. Beberapa teman ada yang sangat lama, setahun misalnya, untuk benar-benar pede bisa membawa mobil sendiri di jalan raya.

Oya, satu lagi yang saya amati, belajar dengan menggunakan mobil matic, akan lebih cepat membuat ibu-ibu cepat bisa. Karena lebih simpel, seperti bom bom car. Gas rem, gas rem, gas rem doang. 😁








Senin, 02 September 2019

3 Tips Jitu Mengatasi Mabuk Kendaraan Ala Saya

Sumber: Google

Mabuk saat naik kendaraan umum, dulu sering saya rasakan. Terutama saat awal-awal harus kost di SMA, yang jauh dari orang tua. Membuat saya harus bisa mengatasi mabuk kendaraan ini. Alhamdulillah, saat ini mabuk kendaraan sudah jarang saya rasakan. Walaupun kadang-kadang agak mabuk juga saat naik kendaraan pribadi. Terutama saat posisi duduk saya kurang 'pas'.

Ternyata seiring berjalannya waktu, mabuk saat naik kendaraan umum ini semakin jarang. Mungkin seiring juga dengan semakin seringnya frekuensi naik kendaraan umum. Entah mungkin karena sudah kebal atau karena saya sudah menemukan solusinya, selain minum obat anti mabuk. 😁  


Kalau saya ingat-ingat, biasanya saya mabuk perjalanan itu bila, jalan yang dilalui berkelok-kelok alias belok-belok, sementara pak sopirnya kurang 'halus' nyetirnya. Atau pak sopirnya agak sradak-sruduk dalam memainkan kemudi. Ngerem dan ngegasnya agak kasar. Hehe ... Biasanya seperti itulah kejadiannya. 

Semakin lama, saya merasa harus berubah. Enggak mungkin kan, selalu mabuk kendaraan umum? Selain menyiksa juga membuat perjalanan kurang nyaman. Lalu, apa yang saya lakukan untuk menghidari mabuk kendaraan ini?

1. Tidur

Saat harus naik kendaraan umum, saya berusaha untuk bisa tidur. Entah dengan minum obat anti mabuk ataupun tertidur karena merasa nyaman. Saya lebih senang jika bisa tidur dengan nyenyak selama perjalanan dan tiba-tiba sampai di tempat tujuan. Haha ... 

2. Melihat Pemandangan

Kalau belum merasa ngantuk atau merasa enggak bisa tidur di kendaraan, saya berusaha duduk di posisi yang memungkinkan pandangan bisa lurus ke depan. Atau duduk di kursi dekat jendela, agar selama perjalanan pandangan bisa leluasa keluar jendela. 

Tidak seperti orang lain yang bisa membaca saat naik kendaraan, tidak demikian dengan saya. Saya justru akan merasa pusing kalau harus membaca atau terlalu banyak aktivitas di mobil. Sehingga, saat di kendaraan, saya fokus melihat jendela saja. 


3. Tidak Makan Terlalu Banyak atau Perut Kosong Sebelum Bepergian

Sebelum pergi, saya berusaha mengisi perut dengan makan sedikit nasi untuk menghindari masuk angin. Makan terlalu banyak pun, kurang baik juga, apalagi hingga kekenyangan. Hal ini malah akan membuat perut tak nyaman juga, yang akhirnya jadi mual dan mabuk. 

Sebelum atau selama bepergian, saya tidak mau mengonsumsi makanan yang memicu perut kembung atau naiknya asam lambung. Seperti buah-buahan tertentu yang memicu timbulnya gas dalam perut atau minuman bersoda. 


4. Makan Permen Mint

Mengisap permen biasanya saya lakukan juga untuk menghindari rasa mual di kendaraan. Konon kabarnya, mengonsumsi permen dapat menekan produksi asam lambung dan rasa mual, akibat mabuk perjalanan. Akan tetapi, tidak hanya rasa mint saja, permen rasa buah-buahan pun efektif membantu mengatasi rasa mual.

5. Mengonsumsi Obat Anti Mabuk

Sudah beberapa tahun ini, kebiasaan mengonsumsi obat anti mabuk sudah saya tinggalkan. Meskipun saya masih sering pula membawanya, 'jaga-jaga' takut mabuk selama di perjalanan. Apalagi saat saya merasa pusing, tapi enggak bisa memejamkan mata. Biasanya saya minum obat anti mabuk ini. 


Walaupun naik kereta api, terkadang saya merasa agak pusing juga ditambah enggak bisa tidur. Nah, obat anti mabuk ini memang dapat menjadi andalan utama. 


Itulah 5 rahasia saya dalam mengatasi mabuk kendaraan. Mungkin setiap orang punya tips sendiri-sendiri selama menikmati perjalanannya. Yang pasti, mabuk saat naik kendaraan itu sangatlah tidak nyaman. 


Minggu, 01 September 2019

Mengisi Liburan dengan Naik Bis Umum, Mengapa Tidak?

Foto: Google

Mengajak anak-anak mengisi waktu liburan akhir pekan, memang butuh kreativitas orang tua. Liburan tak melulu harus pergi rekreasi atau jalan-jalan ke mall. Mengisi liburan dengan mengajak anak-anak naik angkutan umum juga sangat menyenangkan.

Ceritanya, si bungsu sudah beberapa kali merengek ingin pergi ke rumah om saya yang ada di Jakarta. Akhirnya, hari Ahad kemarin, saya putuskan untuk mengajak  Junior 3 dan 4 naik bis umum untuk menuju ke sana. Kebetulan anak-anak sangat suka naik bis umum ini.

Bis umum yang akan kami naiki adalah bis APTB Sinar Jaya, jurusan Bogor-Rawamangun. APTB ini singkatan dari Angkutan Perbatasan Terintegrasi dengan Busway. Selain melewati jalur angkutan umum, bis ini saat di Jakarta memang mengikuti jalur busway. Ada beberapa jurusan, seperti Bogor-Rawamangun, Bogor-Grogol, Bogor-Senen, dan masih banyak lagi.

Kebetulan pula, bis ini lewat di belakang perumahan kami. Selain nyaman, lebih mudah pula mendapatkan bis ini. Kita cukup menunggunya di halte sepanjang jalur yang dilewati bis. Namun, agar tidak menunggu terlalu lama, sebaiknya memang kita tahu jadwal kedatangan bis ini. 

Ada beberapa catatan, yang perlu diperhatikan orang tua saat ingin mengajak anak-anak naik kendaraan umum. Antara lain:

Pastikan Aman dan Nyaman 

Salah satu hal yang harus dipastikan orang tua saat mengajak anak bepergian dengan kendaraan umum adalah aman dan nyaman. Aman selama di perjalanan dan nyaman kondisi kendaraannya buat anak-anak. Menurut saya sih, bis Sinar Jaya ini masih cukup nyaman buat anak-anak.

Bis dilengkapi dengan AC, tidak berhenti di sembarang tempat, tapi hanya berhenti di halte bis sepanjang Bogor-Jakarta. Kondisi dalam bis relatif bersih dan longgar. 

Dokumen Pribadi

Mengedukasi Anak-Anak Sebelum Bepergian

Yang namanya anak-anak, pasti ada saja tingkah mereka saat di tempat umum. Nah, sebelum berangkat, sebaiknya orang tua mengedukasi anak-anak terlebih dahulu. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Naik kendaraan umum, selain sebagai media untuk mengajarkan sopan santun kepada anak, juga  memberikan pengalaman baru bagi mereka yang sudah terbiasa bepergian dengan kendaraan pribadi.

Mereka harus tahu bagaimana bersikap kepada orang lain, dengan meminta izin saat harus melewati mereka, misalnya. Mereka belajar tentang rute perjalanan, berapa biaya yang dibutuhkan, dan lain-lain. 

Harus Selalu dalam Pengawasan Orang Tua

Tingkah anak-anak saat di tempat umum, terkadang selalu di luar dugaan, terutama anak-anak yang sangat aktif. Untuk itu, orang tua harus selalu mengawasi mereka. Seperti anak-anak saya yang sangat aktif luar biasa.

Ada saja tingkah mereka saat naik kendaraan umum. Misalnya bergelantungan di dalam dalam bis atau kereta. Saat penumpang masih sepi, biasanya mereka kami izinkan untuk mencoba rasanya bergelantungan. Namun, saat sudah banyak orang, kami ingatkan bahwa hal itu tidak sopan, karena mengganggu kenyamanan orang lain.

Atau saat naik bis umum dan bisnya berhenti agak lama, anak-anak terkadang iseng membuka jendela bis. Melongokkan kepala keluar jendela atau mengeluarkan tangan keluar jendela. Hal ini sangat berbahaya dan anak-anak harus selalu diingatkan akan hal ini. 

Dokumen Pribadi


Sebagai Sarana Pendidikan

Masih banyak orang berpikiran bahwa yang namanya belajar itu ya di sekolah. Padahal sebenarnya, belajar yang baik adalah melalui kegiatan yang nyata, bukan hanya sekedar teori. Misalnya, seperti saat naik angkutan umum ini. 

Ada beberapa hal yang bisa anak-anak pelajari saat menikmati naik angkutan umum. Antara lain, anak-anak belajar tentang rute perjalanan. Anak-anak bisa belajar tentang manajemen perjalanan, anak-anak belajar sopan santun saat di jalan, dan masih banyak lagi. Dengan belajar melalui pengalaman nyata, akan lebih membekas dalam ingatan mereka, daripada hanya sekedar teori. 

Dokumen Pribadi


Nah, itulah beberapa tips sederhana saat mengajak anak naik angkutan umum. Semoga bermanfaat.  

Minggu, 21 Juli 2019

Nostalgia Masa Kecil Anak-Anak Tahun 80-an

cerita nostalgia masa kecil
google.com

Hai Mak, adakah yang  masa kecilnya di era tahun 80-an?  Toss, ah! Usianya berarti hampir sama dengan saya dong ya?
Cerita tentang kenangan masa kecil itu pasti terlalu sayang untuk dilupakan. Terasa sangat indah dan menyenangkan. Apalagi masa kecil anak-anak di tahun 80-an. Sangat  beda jauh jika dibandingkan dengan masa kecil anak-anak zaman sekarang. Setiap zaman pasti punya cerita sendiri-sendiri kan.
Bagaimana sih gambaran anak-anak zaman dulu itu? Zaman tahun 80-an, anak-anak lebih banyak bermain di luar, bermain bersama teman-teman sebaya. Banyak permainan zaman dulu yang mengajarkan kekompakan, solidaritas, toleransi, dan lain-lain.
Yuk, Mak, mari kita sedikit mengenang nostalgia masa kecil anak-anak tahun 80-an! 

 1. Zaman dulu cuma ada satu stasiun TV, yaitu TVRI

Ingat kan, Mak,  kalau tahun 80-an, stasiun TV-nya cuma ada satu, yaitu TVRI.  Mau enggak mau, nontonnya harus.  TVRI ini merupakan stasiun televisi milik pemerintah.  Waktu itu masyarakat pun diwajibkan membayar iuran TV per bulan. Lucu ya ...
Acara TV zaman dulu rata-rata terkontrol, Mak. Enggak aneh-aneh kayak zaman sekarang.  Peran pemerintah zaman dulu itu, sepertinya sangat besar.


2. Siaran TV dimulai jam 4 sore

Siaran TV pun baru dimulai jam 4 sore. Anak-anak zaman dulu itu sepertinya pulang sekolah lebih banyak bermain di luar ya daripada di rumah. Ya, mungkin  karena  ‘mendekam’ di rumah pun enggak ada hiburan apa-apa. Sehingga banyak pula anak-anak yang bermain di luar rumah.

3. Makanan paling mewah adalah chiki

Bener loh, chiki itu dulu adalah pelopor snack modern dan sangat populer. Sehingga, sampai sekarang pun, makanan yang agak gurih-gurih gitu masih saja disebutnya chiki-chikian. Kasihan, ya Mak,  chiki hingga kini selalu saja jadi tersangka. :D


4. Wikipedia anak-anak zaman dulu namanya RPU

RPU ini adalah kependekan dari Rangkuman Pengetahuan Umum. Jadi anak-anak zaman dulu itu harus punya RPU kalau mau hapal banyak hal. Dari nama-nama menteri, nama-nama propinsi, nama-nama ibu kota, dan aneka rupa pengetahuan umum lainnya. Harus hapal di luar kepala. Kebayang kan betapa kerennya daya ingat anak-anak zaman dulu.


5. Tas paling keren adalah tas President

Tas President yang dimaksud di sini adalah tas merk President. Modelnya seperti tas koper, kotak, terbuat dari semacam besi gitu, Mak. Kalau zaman sekarang, semacam tas yang dipakai para perias manten.

Zaman dulu, tas ini adalah tas paling keren loh untuk dipakai sekolah. Rasanya bangga aja bisa pakai tas President ini. Hehe ...
Itulah sebagian kecil tentang cerita masa kecil anak-anak tahun 80-an. Seru dan unik kan ya?  Pastinya masih banyak cerita seru lainnya. Kebayang kan bagaimana zaman dulu itu?


Rabu, 17 Juli 2019

Inilah 5 Menu Sarapan Paling Populer di Indonesia

Menurut para ahli, kebiasaan sarapan alias makan pagi, sangat baik bagi kesehatan. Makan pagi ini berguna sebagai bekal energi untuk melaksanakan berbagai aktivitas hingga siang hari. Menu sarapan yang baik yang mengandung karbohidrat, karena karbohidrat dipercaya sebagai sumber energi yang paling baik. 


Banyak orang yang tak mau repot di pagi hari untuk menyiapkan makan pagi. Sarapan di luar rumah, lebih praktis dan menunya lebih menarik.  
Nah, berikut ini menu sarapan pagi yang populer di Indonesia:

1. Nasi Kuning

sarapan favorit orang Indonesia
pixabay.com

Disebut nasi kuning, karena memang penampakannya nasinya berwarna kuning. Warna kuning ini didapat dari air parutan kunyit. Pelengkap nasi kuning ini biasanya berupa suwiran telur dadar, kering tempe, irisan ketimun dan tomat, tak lupa taburan bawang goreng, serta kerupuk. Namun, tak menutup kemungkinan ada tambahan lauk pauk lainnya.

2. Nasi Uduk

Menu sarapan favorit orang indonesia
pixabay.com

Nasi uduk ini proses pembuatannya hampir menyerupai nasi kuning. Sehingga, warna nasi uduk tetap putih. Topping nasi uduk juga mirip dengan nasi kuning. Sebagaimana rasa nasi kuning yang gurih, rasa nasi uduk pun demikian, karena memang cara membuatnya sama-sama menggunakan rempah-rempah dan santan. 



3. Nasi Goreng

sarapan favorit orang Indonesia
pixabay.com

Nasi goreng ini, biasanya adalah favorit para ibu saat menyiapkan sarapan pagi. Cara membuatnya memang praktis dan  bahan-bahannya biasanya juga hanya memanfaatkan yang ada di dapur. Sebagai teman makan, biasanya ada telur dadar atau ceplok, serta kerupuk.  

Nasi goreng ini memang bisa disebut menu sarapan ala Indonesia banget, karena memang cuma ada di Indonesia.

4. Lontong Sayur

sarapan favorit orang Indonesia

Lontong sayur punya aneka varian di beberapa daerah di Indonesia. Ada lontong sayur Padang, Lontong sayur Medan, lontong opor, dan yang lainnya. Ada pula yang menyajikannya dalam bentuk ketupat, yang disebut dengan ketupat sayur.

Akan tetapi, pada dasarnya komposisi utamanya sama saja, yaitu lontong atau ketupat yang diguyur dengan kuah sayur bersantan. Untuk pilihan lauknya, bisa ayam, telur, tahu, tempe, dan kerupuk. 

Lontong sayur ini mungkin menu sarapan khas Indonesia, yang tidak dipunyai oleh negara lain. Bangga jadi orang Indonesia. :D

5. Bubur Ayam

sarapan favorit orang Indonesia

Bubur ayam memang enak dan cocok untuk dimakan pagi-pagi. Porsinya terkadang enggak terlalu banyak, tapi cukup mengenyangkan menjadi favorit banyak orang untuk sarapan. Pelengkap bubur ayam ini, biasanya berupa suwiran daging ayam, irisan cakwe, taburan bawang goreng, taburan daun bawang dan seledri yang dicincang, kedelai goreng, dan kerupuk. Tak jarang, penjualnya juga menyediakan aneka lauk tambahan yang menggugah selera, seperti sate usus, sate telur puyuh, dan lain-lain.

Itulah 5 menu sarapan paling favorit di Indonesia, yang dirangkum dari beberapa sumber. Tentu saja setiap daerah mungkin punya menu khas sarapan masing-masing. Heeemmm yummi ... Mari sarapan!
  

Senin, 11 Februari 2019

TRAINING PERTAMAKU DI JOERAGAN ARTIKEL

Saya mengenal JOERAGAN ARTIKEL untuk pertama kalinya, kira-kira sekitar tahun 2016. Saat itu saya lagi galau, ingin mulai menulis lagi, tapi belum tahu masuknya dari mana. Entahlah ... 

Suatu hari tanpa sengaja saya membaca stastus Ummi Aleeya, yang saat ini kita kenal sebagai owner JOERAGAN ARTIKEL. Kala itu, seingat saya  Ummi Aleeya bahkan belum mendirikan JOERAGAN ARTIKEL. 

Waktu itu Ummi Aleeya bikin status di fesbuk bahwa beliau sedang butuh penulis artikel. Mata saya langsung cling, agak berbinar. Lalu dengan malu-malu saya komentar di status beliau bahwa saya pengin ikut bergabung, tapi sudah lama enggak nulis. Akhirnya sama beliau dianjurkan ikut training artikel terlebih dulu. Nah, sejak itulah dunia menulis seakan terbuka lebar bagi saya.  😁


Jadi bisa dibilang bahwa training pertama kali saya di JOERAGAN ARTIKEL adalah TRAINING ARTIKEL. Ummi Aleeya sendiri yang mengurus kelasnya sekaligus sebagai mentornya. Saya pun bangga bisa jadi alumni perdana TRAINING JOERAGAN ARTIKEL. Semangat beliau pun dalam mengajar dan memberi motivasi pada para peserta sangatlah luar biasa. 


Jika dibandingkan dengan saat itu, biaya TRAINING JOERAGAN ARTIKEL saat ini sangatlah ramah di kantong. Saya merasa sangat bersyukur bisa menemukan  dan bertumbuh bersama JOERAGAN ARTIKEL. 


Dulu itu, untuk bisa ikut kelas menulis artikel, harus merogoh kocek Rp 300,000,00. Kalau sekarang, TRAINING GAMPANG BIKIN ATIKEL biayanya Rp 99.000. Lumayan terjangkau kan ya?


Mungkin ada yang penasaran hingga ingin bertanya, apa sih kelebihan ikut TRAINING di JOERAGAN ARTIKEL?

Baiklah, akan saya rinci beberapa kelebihan ikut TRAINING JOERAGAN ARTIKEL. Silakan disimak! 😊

1. Biayanya sangat terjangkau. 

Sebagaimana pepatah bilang, "Investasi yang tak akan rugi adalah investasi ilmu". Setuju? Betul, karena ilmu akan membantu kita saat  dibutuhkan. 

2. Selama kelas berlangsung, para peserta akan mendapatkan pendampingan untuk mempraktekkan materi yang sudah diajarkan.

Wah, cakep kan? Jadi, tak hanya materi saja yang akan kita terima, tapi cara mempraktekkannya pun kita akan tetap dibimbing oleh para PJ yang berpengalaman. Justru 'episode' praktek inilah yang paling penting menurut saya. 

Punya ilmu, tapi enggak pernah dipraktekkan akan jadi angan-angan belaka kan? Alias ZONK. 🙈

3. Para lulusan TRAINING JOERAGAN ARTIKEL dipersilakan untuk magang di beberapa divisi milik JOERAGAN ARTIKEL atau bahkan langsung ditarik menjadi kontributor. Misalnya, magang menjadi editor di Web JA, menjadi kontributor web JA, kecipratan proyek, dan lain-lain.

4. Para lulusan TRAINING JOERAGAN ARTIKEL akan diutamakan untuk mendapatkan job, yang diperoleh oleh JOERAGAN ARTIKEL dan ada fee-nya.

Sering loh JOERAGAN ARTIKEL dapat job dari pihak luar. Misalnya job untuk  meng-endorse produk, jadi buzzer produk orang, job menulis konten, dan lain-lain. Nah, biasanya yang akan diajak pertama kali adalah para alumninya. Tentu saja da fee-nya dong. ;)

5. Waktu belajarnya fleksibel

Nah, ini yang Emak-emak cari, belajar bisa kapan saja, yang penting ada niat belajar dan mengerjakan tugas.

JOERAGAN ARTIKEL memang paling tahu yang Emak-Emak mau. Membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan belajar memang tak mudah dan bukan berarti tak bisa. JOERAGAN ARTIKEL tahu solusinya.


Aneka training lebih banyak diadakan di malam hari, di saat para Emaks sedang duduk santai sambil selonjoran mungkin. 😂  Haha ... begitulah! Kalau pun ketinggalan waktu belajarnya, Emak tak usah khawatir, karena materi training bisa diakses kapan pun. 'Gerbang sekolah' tak pernah tutup. Kita bisa belajar kapan pun Emak mau. 

6. Aneka training diadakan secara Online

Ini dia sepertinya sekolah zaman milenial itu. Ilmu bisa didapat lewat media online. Tanpa harus pergi ke luar rumah dan  bergelut dengan kemacetan, Emak tetap bisa belajar. Lebih hemat dan menyenangkan bukan? 


Pastinya begitu ... Alhamdulillah, nikmat mana yang akan kau dustakan :) 


Dan masih banyak lagi manfaat yang kita peroleh dengan bergabung di JOERAGAN ARTIKEL. Sangat menarik kan? 


Saya adalah salah satu orang yang sudah merasakan manisnya bergabung dan loyal di JOERAGAN ARTIKEL.


Jadi, jangan ragu untuk ikut aneka TRAINING JOERAGAN ARTIKEL, ya! Sangat recommended insya Allah. 😉 




Minggu, 23 Desember 2018

Wajah  Putih dan Bersinar dengan QINARA White and Glow

Punya anak gadis usia 19 tahun itu terkadang harus mengikuti perkembangan produk kecantikan juga. Beberapa kali anak mbarep protes, "Ummi, kenapa sih aku dulu waktu kecil dibolehin main panas-panasan? Kan waktu kecil aku putih." Ummi langsung pening. 😂


Saya juga heran, kenapa ya 4 anak waktu kecil putih-putih semua, hingga sering disebut 'bule', tapi pas usia TK pada jadi sawo matang dan gak luntur-luntur sampai gedhe. 😃
Anak yang paling gedhe usia 19 tahun beberapa kali ngedumel karena kulitnya jadi sawo matang. 


Padahal Ummi sudah sering bilang sama si Kakak, bahwa orang itu dinilai bukan karena wajahnya atau warna kulitnya, tapi karena akhlak dan agamanya yang baik. Tapi, ya tetep aja, namanya remaja pasti pengin punya kulit wajah yang putih bersih. Sepertinya saya dulu  juga mikir kayak gitu juga sih. Sambil pikiran flash back ke masa kuliah. 😁


Pas zaman kuliah semester akhir, seinget saya, waktu itu juga sibuk perawatan wajah ... hihi. #ngaku 😄 Tapi memang zaman saya dulu, belum berpikir bahwa produk mana yang aman dan tidak, asal percaya aja sama teman ngaji yang punya salon.


Kalau zaman sekarang sih wajib teliti sebelum memakai dan membeli produk apa pun, termasuk produk perawatan wajah. Akhirnya Ummi, bantuin anak wedok nyari kosmetik yang aman buat kulit. Eh nemu produk QINARA ini, yang bisa memutihkan dan membuat kulit jadi lebih bersinar. Beruntung dapat info detail tentang produk QINARA ini.

Paket White & Glow QINARA:
1. Sudah ber-BPOM. 
2. Insya Allah aman untuk ibu hamil dan menyusui
3. Aman digunakan jangka panjang
4. Tidak menimbulkan ketergantungan
5. Tidak mengelupas di kulit
6. Tidak menimbulkan kemerahan di kulit
7. Produk terbuat dari ekstrak bahan alami
8.  Ada beragam manfaat di dalamnya :
- mencerahkan kulit wajah
- menghaluskan dan melembabkan kulit wajah
- efektif memudarkan flek/noda  hitam atau dark spot/ MELASMA/hiperpigmentasi
- mencegah keriput wajah atau penuaan dini pada kulit
- kulit lebih kenyal dan glowing



Wah, cocok ini seperti yang kami cari selama ini. Ummi juga pengin perawatan juga ah. Yah, meskipun jarang pakai make up, setidaknya kulit wajah itu tetap bersih bersinar. Buat siapa lagi, kalau bukan buat suami tercintrong. Iihhirrr ... 😉
  

Nah, produk QINARA ini ternyata terdiri dari:
1. Facial wash white: sabun wajah yang pH-nya sesuai jenis kulit serta dapat melembabkan kulit
2. Face toner: sepertinya ini semacam penyegar wajah ya?
3. Day cream white intensive sunscreen dengan SpF 30 dengan glowing effect
Semacam krim pelindung sinar matahari yang sekaligus bisa mencerahkan wajah. Wah ... 😃 
4. Moisturist night cream: Aloe Vera dan minyak zaitunnya bekerja menutrisi dan melembabkan kulit. 
5. Night cream intensive whitening:  mengandung vitamin c, arbutin, glutathione, scutellaria baicalensis root extract, waltheria indica leaf  extract, dan lain-lain. Ini buat krim malam menjelang tidur.



Tekstur krim QINARA ini juga lembut, ringan, dan tidak lengket. Ternyata lengkap banget paketnya ya ... Semoga cocok, wajah jadi bersih dan cerah bersinar. Aamiin ... Meskipun sebenarnya kecantikan hati serta akhlak itu lebih utama ya ... 😊


Info tentang QINARA ini, ternyata bisa dilihat juga di sini:
IG: @qinara_skincare
Website : www.qinaranaturalcosmetics.com
Fanpage: https://www.facebook.com/Qinarakosmetik/





#QinaraSkinCare
#QinaraNaturalCosmetics
#QinaraWhiteGlow

5 Tips Belajar Menyetir Mobil di Usia yang Tak Muda Lagi

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, belajar menyetir mobil bagi ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi adalah sesuatu yang rumit.😁  Saya se...