Senin, 09 Mei 2016

IBU, BISNIS, DAN NULIS

Bagi saya berbisnis dan menulis adalah sebuah refresing. Bisnis dan nulis adalah sarana bagi saya untuk melepaskan kepenatan sebagai seorang ibu rumah tangga. Tak bisa dipungkiri bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga murni atau full time mother terkadang membosankan. Kenapa? Karena dari bangun tidur hingga tidur lagi, berkutat dengan itu-itu saja, kadang terasa monoton dan membosankan. 
Bukan berarti nggak ikhlas berprofesi sebagai ibu rumah tangga lho ya...tapi lebih kepada bisa menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga dengan bahagia, tulus, dan ikhlas. Kalau kita ikhlas menjalaninya, insya Allah berpahala dan bernilai ibadah. Ikhlas dan bahagia itu kuncinya.
Untuk selalu menjaga keikhlasan dan rasa bahagia itu, mungkin setiap orang punya trik sendiri-sendiri. Kalau saya dengan berbisnis dan menulis cukup menjadikan diri saya sedikit rileks. 
Dengan berbisnis kita bisa sejenak melepaskan sedikit rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Bayangkan, pekerjaan seorang ibu rumah tangga, jika nggak ada asisten rumah tangga bisa 12 jam sehari, apalagi bila ditambah dengan tugas mengasuh anak. Kalau kita menjalaninya tanpa keikhlasan dan gembira, akan terasa berat dan membosankan.
Pekerjaan mengasuh anak adalah pekerjaan yang sangat menguras jiwa dan raga. Pekerjaan yang kadang sangat menguras emosi. Kalau seorang ibu rumah tangga tidak bisa mengelola emosinya dengan baik, ketika ada perasaan marah yang tak tersalurkan, terkadang yang menjadi sasaran adalah anaknya. Padahal yang namanya anak-anak itu tidak selamanya bisa bersikap ‘nice’ sepanjang hari. Ada kalanya, seorang anak dalam usia tumbuh kembang ada yang membuat kita marah atau jengkel. Atau ketika kita sedang berselisih pendapat dengan suami dan tidak terlampiaskan emosi kita, anak akan jadi sasaran. Oleh karena itu, seorang ibu rumah tangga butuh ‘me time’, waktu untuk sekedar relaksasi diri, melepaskan beban yang seharian diembannya.
Nah, dengan berbisnis saya merasakan ada nuansa lain, dengan menulis saya merasa ada tambahan spirit. Merasa punya energi baru, energi yang terbarukan. Menjadi semangat lagi menghadapi tantangan. 
Wanita itu sebenarnya diciptakan multitasking alias banyak kebisaan, bisa nyambi beberapa pekerjaan sekaligus. Ketika masak, bisa nyambi ngasuh, nyambi nyuci piring, dan lain-lain. Sebagai seorang ibu, wanita juga bisa nyambi berbisnis atau memanfaatkan waktu dengan menulis. Ada yang sekedar hobby saja ataupun dikembangkan menjadi profesi. Makanya, potensi wanita, kalau kita gali lebih dalam lagi bisa menakjubkan. Tak hanya piawai mengatur urusan rumah tangga, seorang ibu kadang juga piawai berbisnis, bahkan bisa menulis dengan apik. Sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah. Maka, jangan sia-siakan waktu dan kemampuan kita. 

 Note: ditulis dalam rangka ikut lomba di emak pintar asia, Desember 2015 dan menang. Dapat hadiah LM 1gr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nostalgia Masa Kecil Anak-Anak Tahun 80-an

google.com Hai Mak, adakah yang   masa kecilnya di era tahun 80-an?   Toss, ah! Usianya berarti hampir sama dengan saya dong ya? Cer...