Rabu, 16 Agustus 2017

OLAHRAGANYA PARA EMAK

Seorang Emak rempongers itu biasanya sejak bangun tidur hingga tidur lagi, pekerjaan yang harus dilakukan terkadang enggak ada selesainya. Kalau dituruti, pasti pekerjaan itu tak akan pernah beres. Apalagi kalau lagi punya anak batita, biasanya rumah tak pernah rapi.  Tapi, alhamdulillah itu berarti anak kita sehat ya Mak kalau rumah sering enggak pernah rapi itu.

Saking banyaknya aktivitas di rumah, bahkan mungkin juga harus bekerja di luar rumah, olahraga menjadi aktivitas yang sulit dilakukan. Kecuali kita memaksakan diri untuk rutin berolahraga. Memang menyempatkan diri untuk rutin berolahraga itu susah menurut saya. Tapi, bisa sebenarnya kalau memaksakan diri.

Kalau punya peralatan olahraga di rumah mungkin lebih enak. Meski terkadang  antara impian dan kenyataan itu berbeda jauh. Misalnya ketika akan membeli treadmil, pasti tekadnya akan lebih rajin berolahraga. Kenyataan yang ada, alat treadmil tersebut malah jadi gantungan handuk atau gantungan baju. Dan tetap saja alat itu teronggok dengan manisnya di pojokan. Sementara Emak pun cuma punya mimpi untuk berolahraga.


Sempat baca beberapa artikel, bahwa pilihan jenis olahraga itu sebaiknya harus sesuai usia. Kalau misalnya kayak saya yang sudah berusia 40 tahun lebih, pilihan olahraga yang bersifat kompetitif sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi, sebaiknya olahraga yang dipilih adalah olahraga yang bertujuan untuk menjaga semua fungsi tubuh dengan baik. 

Yoga, tai-chi, pilates, atau senam kebugaran lainnya adalah pilihan ideal yang terbaik bagi mereka di usia 40 tahun ini. Seminggu tiga kali lakukan kegiatan olahraga kardiovaskular yang aman, bersepeda statis atau santai, berjalan kaki ringan, dan berenang bisa menjadi pilihan program ideal.

Meski mungkin berolahraga rutin terkadang susah dilakukan, minimal punya tekad dan niat dulu ya Mak. Sembari menyusun strategi dan jadwal untuk bisa berolahraga secara rutin. Meski kadang kenyataan tak sesuai rencana semula. Nah, itulah keunikan para Emak. 

Apa pun itu, tetap semangat ya Mak, karena seorang ibu adalah sumber kebahagiaan bagi keluarganya. Seorang ibu yang selalu menampilkan aura positif, insya Allah akan selalu membuat seisi penghuni rumahnya mempunyai energi yang positif juga.

Hidup Emak rempong! #eh 

Wah Mak, ternyata olahraga berenang itu cocok untuk segala usia loh. Untuk bayi, anak-anak, maupun lansia bisa jadi pilihan. Untuk wanita hamil pun recommended. Saya pun ketika hamil juga tetap berolahraga, berenang inilah pilihan saya. Pastinya setelah ada izin dari dokter kandungan kita ya Mak. 

Semua orang pasti suka berenang, terutama anak-anak. Kolam renang pun banyak tersebar di berbagai tempat, bahkan terkadang setiap komplek perumahan mempunyai kolam renang tersendiri. Biaya masuknya pun relatif terjangkau. Jadi, bisa dikatakan bahwa berenang adalah olahraga sejuta umat. 

Saya juga pilih olahraga berenang karena untuk jalan kaki atau pun naik sepeda enggak memungkinkan. Bagaimana mau olahraga jalan kaki dan naik sepeda, wong kemana-mana saya selalu bawa si kecil. Jadi, olahraga bersepeda dan jalan kaki baru sebatas impian. 

Alhamdulillah di Bogor ada komunitas berenang muslimah, jadi untuk berenang enggak jadi masalah. Ada jam renang khusus muslimah, sehingga para muslimah bisa dengan nyaman berenang.

Lalu, bagaimana dengan muslimah yang belum bisa berenang? 





Saya mengibaratkan belajar berenang itu seperti belajar nyetir mobil. Butuh keberanian yang tinggi. Untuk bisa menyetir mobil di jalan raya, butuh nyali yang besar dan tentu saja skill dan ilmu yang cukup. Skill hanya bisa diperoleh dengan jam terbang yang tinggi.

Demikian juga dengan belajar berenang, hal utama yang harus dilawan adalah rasa takut terhadap air. Rasa takut ini biasanya adalah rasa takut tenggelam. Padahal kalau kita menahan nafas dalam air, tubuh kita akan mengambang. Jadi, memang hal pertama yang biasanya diajarkan dalam berenang adalah latihan nafas dalam air. Setelah itu baru gerakan yang harus dilakukan ketika berenang.

Ada beberapa gaya dalam berenang, seperti gaya bebas, gaya dada, gaya katak, gaya kupu-kupu, dan lain-lain. Masing-masing gaya itu punya manfaat sendiri-sendiri. Cuma menguasai satu gaya tak masalah menurut saya. Saya pun juga cuma bisa gaya katak, hehe ... Sebenarnya pengin juga belajar gaya yan lain. Tapi, untuk belajar gaya lain belum ada kesempatan.

Emak bisa berenang gaya apa? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 Tips Jitu Mengatasi Mabuk Kendaraan Ala Saya

Sumber: Google Mabuk saat naik kendaraan umum, dulu sering saya rasakan. Terutama saat awal-awal harus kost di SMA, yang jauh dari or...