Minggu, 21 Juli 2019

Nostalgia Masa Kecil Anak-Anak Tahun 80-an

cerita nostalgia masa kecil
google.com

Hai Mak, adakah yang  masa kecilnya di era tahun 80-an?  Toss, ah! Usianya berarti hampir sama dengan saya dong ya?
Cerita tentang kenangan masa kecil itu pasti terlalu sayang untuk dilupakan. Terasa sangat indah dan menyenangkan. Apalagi masa kecil anak-anak di tahun 80-an. Sangat  beda jauh jika dibandingkan dengan masa kecil anak-anak zaman sekarang. Setiap zaman pasti punya cerita sendiri-sendiri kan.
Bagaimana sih gambaran anak-anak zaman dulu itu? Zaman tahun 80-an, anak-anak lebih banyak bermain di luar, bermain bersama teman-teman sebaya. Banyak permainan zaman dulu yang mengajarkan kekompakan, solidaritas, toleransi, dan lain-lain.
Yuk, Mak, mari kita sedikit mengenang nostalgia masa kecil anak-anak tahun 80-an! 

 1. Zaman dulu cuma ada satu stasiun TV, yaitu TVRI

Ingat kan, Mak,  kalau tahun 80-an, stasiun TV-nya cuma ada satu, yaitu TVRI.  Mau enggak mau, nontonnya harus.  TVRI ini merupakan stasiun televisi milik pemerintah.  Waktu itu masyarakat pun diwajibkan membayar iuran TV per bulan. Lucu ya ...
Acara TV zaman dulu rata-rata terkontrol, Mak. Enggak aneh-aneh kayak zaman sekarang.  Peran pemerintah zaman dulu itu, sepertinya sangat besar.


2. Siaran TV dimulai jam 4 sore

Siaran TV pun baru dimulai jam 4 sore. Anak-anak zaman dulu itu sepertinya pulang sekolah lebih banyak bermain di luar ya daripada di rumah. Ya, mungkin  karena  ‘mendekam’ di rumah pun enggak ada hiburan apa-apa. Sehingga banyak pula anak-anak yang bermain di luar rumah.

3. Makanan paling mewah adalah chiki

Bener loh, chiki itu dulu adalah pelopor snack modern dan sangat populer. Sehingga, sampai sekarang pun, makanan yang agak gurih-gurih gitu masih saja disebutnya chiki-chikian. Kasihan, ya Mak,  chiki hingga kini selalu saja jadi tersangka. :D


4. Wikipedia anak-anak zaman dulu namanya RPU

RPU ini adalah kependekan dari Rangkuman Pengetahuan Umum. Jadi anak-anak zaman dulu itu harus punya RPU kalau mau hapal banyak hal. Dari nama-nama menteri, nama-nama propinsi, nama-nama ibu kota, dan aneka rupa pengetahuan umum lainnya. Harus hapal di luar kepala. Kebayang kan betapa kerennya daya ingat anak-anak zaman dulu.


5. Tas paling keren adalah tas President

Tas President yang dimaksud di sini adalah tas merk President. Modelnya seperti tas koper, kotak, terbuat dari semacam besi gitu, Mak. Kalau zaman sekarang, semacam tas yang dipakai para perias manten.

Zaman dulu, tas ini adalah tas paling keren loh untuk dipakai sekolah. Rasanya bangga aja bisa pakai tas President ini. Hehe ...
Itulah sebagian kecil tentang cerita masa kecil anak-anak tahun 80-an. Seru dan unik kan ya?  Pastinya masih banyak cerita seru lainnya. Kebayang kan bagaimana zaman dulu itu?


Rabu, 17 Juli 2019

Inilah 5 Menu Sarapan Paling Populer di Indonesia

Menurut para ahli, kebiasaan sarapan alias makan pagi, sangat baik bagi kesehatan. Makan pagi ini berguna sebagai bekal energi untuk melaksanakan berbagai aktivitas hingga siang hari. Menu sarapan yang baik yang mengandung karbohidrat, karena karbohidrat dipercaya sebagai sumber energi yang paling baik. 


Banyak orang yang tak mau repot di pagi hari untuk menyiapkan makan pagi. Sarapan di luar rumah, lebih praktis dan menunya lebih menarik.  
Nah, berikut ini menu sarapan pagi yang populer di Indonesia:

1. Nasi Kuning

sarapan favorit orang Indonesia
pixabay.com

Disebut nasi kuning, karena memang penampakannya nasinya berwarna kuning. Warna kuning ini didapat dari air parutan kunyit. Pelengkap nasi kuning ini biasanya berupa suwiran telur dadar, kering tempe, irisan ketimun dan tomat, tak lupa taburan bawang goreng, serta kerupuk. Namun, tak menutup kemungkinan ada tambahan lauk pauk lainnya.

2. Nasi Uduk

Menu sarapan favorit orang indonesia
pixabay.com

Nasi uduk ini proses pembuatannya hampir menyerupai nasi kuning. Sehingga, warna nasi uduk tetap putih. Topping nasi uduk juga mirip dengan nasi kuning. Sebagaimana rasa nasi kuning yang gurih, rasa nasi uduk pun demikian, karena memang cara membuatnya sama-sama menggunakan rempah-rempah dan santan. 



3. Nasi Goreng

sarapan favorit orang Indonesia
pixabay.com

Nasi goreng ini, biasanya adalah favorit para ibu saat menyiapkan sarapan pagi. Cara membuatnya memang praktis dan  bahan-bahannya biasanya juga hanya memanfaatkan yang ada di dapur. Sebagai teman makan, biasanya ada telur dadar atau ceplok, serta kerupuk.  

Nasi goreng ini memang bisa disebut menu sarapan ala Indonesia banget, karena memang cuma ada di Indonesia.

4. Lontong Sayur

sarapan favorit orang Indonesia

Lontong sayur punya aneka varian di beberapa daerah di Indonesia. Ada lontong sayur Padang, Lontong sayur Medan, lontong opor, dan yang lainnya. Ada pula yang menyajikannya dalam bentuk ketupat, yang disebut dengan ketupat sayur.

Akan tetapi, pada dasarnya komposisi utamanya sama saja, yaitu lontong atau ketupat yang diguyur dengan kuah sayur bersantan. Untuk pilihan lauknya, bisa ayam, telur, tahu, tempe, dan kerupuk. 

Lontong sayur ini mungkin menu sarapan khas Indonesia, yang tidak dipunyai oleh negara lain. Bangga jadi orang Indonesia. :D

5. Bubur Ayam

sarapan favorit orang Indonesia

Bubur ayam memang enak dan cocok untuk dimakan pagi-pagi. Porsinya terkadang enggak terlalu banyak, tapi cukup mengenyangkan menjadi favorit banyak orang untuk sarapan. Pelengkap bubur ayam ini, biasanya berupa suwiran daging ayam, irisan cakwe, taburan bawang goreng, taburan daun bawang dan seledri yang dicincang, kedelai goreng, dan kerupuk. Tak jarang, penjualnya juga menyediakan aneka lauk tambahan yang menggugah selera, seperti sate usus, sate telur puyuh, dan lain-lain.

Itulah 5 menu sarapan paling favorit di Indonesia, yang dirangkum dari beberapa sumber. Tentu saja setiap daerah mungkin punya menu khas sarapan masing-masing. Heeemmm yummi ... Mari sarapan!
  

Senin, 11 Februari 2019

TRAINING PERTAMAKU DI JOERAGAN ARTIKEL

Saya mengenal JOERAGAN ARTIKEL untuk pertama kalinya, kira-kira sekitar tahun 2016. Saat itu saya lagi galau, ingin mulai menulis lagi, tapi belum tahu masuknya dari mana. Entahlah ... 

Suatu hari tanpa sengaja saya membaca stastus Ummi Aleeya, yang saat ini kita kenal sebagai owner JOERAGAN ARTIKEL. Kala itu, seingat saya  Ummi Aleeya bahkan belum mendirikan JOERAGAN ARTIKEL. 

Waktu itu Ummi Aleeya bikin status di fesbuk bahwa beliau sedang butuh penulis artikel. Mata saya langsung cling, agak berbinar. Lalu dengan malu-malu saya komentar di status beliau bahwa saya pengin ikut bergabung, tapi sudah lama enggak nulis. Akhirnya sama beliau dianjurkan ikut training artikel terlebih dulu. Nah, sejak itulah dunia menulis seakan terbuka lebar bagi saya.  😁


Jadi bisa dibilang bahwa training pertama kali saya di JOERAGAN ARTIKEL adalah TRAINING ARTIKEL. Ummi Aleeya sendiri yang mengurus kelasnya sekaligus sebagai mentornya. Saya pun bangga bisa jadi alumni perdana TRAINING JOERAGAN ARTIKEL. Semangat beliau pun dalam mengajar dan memberi motivasi pada para peserta sangatlah luar biasa. 


Jika dibandingkan dengan saat itu, biaya TRAINING JOERAGAN ARTIKEL saat ini sangatlah ramah di kantong. Saya merasa sangat bersyukur bisa menemukan  dan bertumbuh bersama JOERAGAN ARTIKEL. 


Dulu itu, untuk bisa ikut kelas menulis artikel, harus merogoh kocek Rp 300,000,00. Kalau sekarang, TRAINING GAMPANG BIKIN ATIKEL biayanya Rp 99.000. Lumayan terjangkau kan ya?


Mungkin ada yang penasaran hingga ingin bertanya, apa sih kelebihan ikut TRAINING di JOERAGAN ARTIKEL?

Baiklah, akan saya rinci beberapa kelebihan ikut TRAINING JOERAGAN ARTIKEL. Silakan disimak! 😊

1. Biayanya sangat terjangkau. 

Sebagaimana pepatah bilang, "Investasi yang tak akan rugi adalah investasi ilmu". Setuju? Betul, karena ilmu akan membantu kita saat  dibutuhkan. 

2. Selama kelas berlangsung, para peserta akan mendapatkan pendampingan untuk mempraktekkan materi yang sudah diajarkan.

Wah, cakep kan? Jadi, tak hanya materi saja yang akan kita terima, tapi cara mempraktekkannya pun kita akan tetap dibimbing oleh para PJ yang berpengalaman. Justru 'episode' praktek inilah yang paling penting menurut saya. 

Punya ilmu, tapi enggak pernah dipraktekkan akan jadi angan-angan belaka kan? Alias ZONK. 🙈

3. Para lulusan TRAINING JOERAGAN ARTIKEL dipersilakan untuk magang di beberapa divisi milik JOERAGAN ARTIKEL atau bahkan langsung ditarik menjadi kontributor. Misalnya, magang menjadi editor di Web JA, menjadi kontributor web JA, kecipratan proyek, dan lain-lain.

4. Para lulusan TRAINING JOERAGAN ARTIKEL akan diutamakan untuk mendapatkan job, yang diperoleh oleh JOERAGAN ARTIKEL dan ada fee-nya.

Sering loh JOERAGAN ARTIKEL dapat job dari pihak luar. Misalnya job untuk  meng-endorse produk, jadi buzzer produk orang, job menulis konten, dan lain-lain. Nah, biasanya yang akan diajak pertama kali adalah para alumninya. Tentu saja da fee-nya dong. ;)

5. Waktu belajarnya fleksibel

Nah, ini yang Emak-emak cari, belajar bisa kapan saja, yang penting ada niat belajar dan mengerjakan tugas.

JOERAGAN ARTIKEL memang paling tahu yang Emak-Emak mau. Membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan belajar memang tak mudah dan bukan berarti tak bisa. JOERAGAN ARTIKEL tahu solusinya.


Aneka training lebih banyak diadakan di malam hari, di saat para Emaks sedang duduk santai sambil selonjoran mungkin. 😂  Haha ... begitulah! Kalau pun ketinggalan waktu belajarnya, Emak tak usah khawatir, karena materi training bisa diakses kapan pun. 'Gerbang sekolah' tak pernah tutup. Kita bisa belajar kapan pun Emak mau. 

6. Aneka training diadakan secara Online

Ini dia sepertinya sekolah zaman milenial itu. Ilmu bisa didapat lewat media online. Tanpa harus pergi ke luar rumah dan  bergelut dengan kemacetan, Emak tetap bisa belajar. Lebih hemat dan menyenangkan bukan? 


Pastinya begitu ... Alhamdulillah, nikmat mana yang akan kau dustakan :) 


Dan masih banyak lagi manfaat yang kita peroleh dengan bergabung di JOERAGAN ARTIKEL. Sangat menarik kan? 


Saya adalah salah satu orang yang sudah merasakan manisnya bergabung dan loyal di JOERAGAN ARTIKEL.


Jadi, jangan ragu untuk ikut aneka TRAINING JOERAGAN ARTIKEL, ya! Sangat recommended insya Allah. 😉 




Nostalgia Masa Kecil Anak-Anak Tahun 80-an

google.com Hai Mak, adakah yang   masa kecilnya di era tahun 80-an?   Toss, ah! Usianya berarti hampir sama dengan saya dong ya? Cer...