Senin, 02 September 2019

3 Tips Jitu Mengatasi Mabuk Kendaraan Ala Saya

Sumber: Google

Mabuk saat naik kendaraan umum, dulu sering saya rasakan. Terutama saat awal-awal harus kost di SMA, yang jauh dari orang tua. Membuat saya harus bisa mengatasi mabuk kendaraan ini. Alhamdulillah, saat ini mabuk kendaraan sudah jarang saya rasakan. Walaupun kadang-kadang agak mabuk juga saat naik kendaraan pribadi. Terutama saat posisi duduk saya kurang 'pas'.

Ternyata seiring berjalannya waktu, mabuk saat naik kendaraan umum ini semakin jarang. Mungkin seiring juga dengan semakin seringnya frekuensi naik kendaraan umum. Entah mungkin karena sudah kebal atau karena saya sudah menemukan solusinya, selain minum obat anti mabuk. 😁  


Kalau saya ingat-ingat, biasanya saya mabuk perjalanan itu bila, jalan yang dilalui berkelok-kelok alias belok-belok, sementara pak sopirnya kurang 'halus' nyetirnya. Atau pak sopirnya agak sradak-sruduk dalam memainkan kemudi. Ngerem dan ngegasnya agak kasar. Hehe ... Biasanya seperti itulah kejadiannya. 

Semakin lama, saya merasa harus berubah. Enggak mungkin kan, selalu mabuk kendaraan umum? Selain menyiksa juga membuat perjalanan kurang nyaman. Lalu, apa yang saya lakukan untuk menghidari mabuk kendaraan ini?

1. Tidur

Saat harus naik kendaraan umum, saya berusaha untuk bisa tidur. Entah dengan minum obat anti mabuk ataupun tertidur karena merasa nyaman. Saya lebih senang jika bisa tidur dengan nyenyak selama perjalanan dan tiba-tiba sampai di tempat tujuan. Haha ... 

2. Melihat Pemandangan

Kalau belum merasa ngantuk atau merasa enggak bisa tidur di kendaraan, saya berusaha duduk di posisi yang memungkinkan pandangan bisa lurus ke depan. Atau duduk di kursi dekat jendela, agar selama perjalanan pandangan bisa leluasa keluar jendela. 

Tidak seperti orang lain yang bisa membaca saat naik kendaraan, tidak demikian dengan saya. Saya justru akan merasa pusing kalau harus membaca atau terlalu banyak aktivitas di mobil. Sehingga, saat di kendaraan, saya fokus melihat jendela saja. 


3. Tidak Makan Terlalu Banyak atau Perut Kosong Sebelum Bepergian

Sebelum pergi, saya berusaha mengisi perut dengan makan sedikit nasi untuk menghindari masuk angin. Makan terlalu banyak pun, kurang baik juga, apalagi hingga kekenyangan. Hal ini malah akan membuat perut tak nyaman juga, yang akhirnya jadi mual dan mabuk. 

Sebelum atau selama bepergian, saya tidak mau mengonsumsi makanan yang memicu perut kembung atau naiknya asam lambung. Seperti buah-buahan tertentu yang memicu timbulnya gas dalam perut atau minuman bersoda. 


4. Makan Permen Mint

Mengisap permen biasanya saya lakukan juga untuk menghindari rasa mual di kendaraan. Konon kabarnya, mengonsumsi permen dapat menekan produksi asam lambung dan rasa mual, akibat mabuk perjalanan. Akan tetapi, tidak hanya rasa mint saja, permen rasa buah-buahan pun efektif membantu mengatasi rasa mual.

5. Mengonsumsi Obat Anti Mabuk

Sudah beberapa tahun ini, kebiasaan mengonsumsi obat anti mabuk sudah saya tinggalkan. Meskipun saya masih sering pula membawanya, 'jaga-jaga' takut mabuk selama di perjalanan. Apalagi saat saya merasa pusing, tapi enggak bisa memejamkan mata. Biasanya saya minum obat anti mabuk ini. 


Walaupun naik kereta api, terkadang saya merasa agak pusing juga ditambah enggak bisa tidur. Nah, obat anti mabuk ini memang dapat menjadi andalan utama. 


Itulah 5 rahasia saya dalam mengatasi mabuk kendaraan. Mungkin setiap orang punya tips sendiri-sendiri selama menikmati perjalanannya. Yang pasti, mabuk saat naik kendaraan itu sangatlah tidak nyaman. 


Minggu, 01 September 2019

Mengisi Liburan dengan Naik Bis Umum, Mengapa Tidak?

Foto: Google

Mengajak anak-anak mengisi waktu liburan akhir pekan, memang butuh kreativitas orang tua. Liburan tak melulu harus pergi rekreasi atau jalan-jalan ke mall. Mengisi liburan dengan mengajak anak-anak naik angkutan umum juga sangat menyenangkan.

Ceritanya, si bungsu sudah beberapa kali merengek ingin pergi ke rumah om saya yang ada di Jakarta. Akhirnya, hari Ahad kemarin, saya putuskan untuk mengajak  Junior 3 dan 4 naik bis umum untuk menuju ke sana. Kebetulan anak-anak sangat suka naik bis umum ini.

Bis umum yang akan kami naiki adalah bis APTB Sinar Jaya, jurusan Bogor-Rawamangun. APTB ini singkatan dari Angkutan Perbatasan Terintegrasi dengan Busway. Selain melewati jalur angkutan umum, bis ini saat di Jakarta memang mengikuti jalur busway. Ada beberapa jurusan, seperti Bogor-Rawamangun, Bogor-Grogol, Bogor-Senen, dan masih banyak lagi.

Kebetulan pula, bis ini lewat di belakang perumahan kami. Selain nyaman, lebih mudah pula mendapatkan bis ini. Kita cukup menunggunya di halte sepanjang jalur yang dilewati bis. Namun, agar tidak menunggu terlalu lama, sebaiknya memang kita tahu jadwal kedatangan bis ini. 

Ada beberapa catatan, yang perlu diperhatikan orang tua saat ingin mengajak anak-anak naik kendaraan umum. Antara lain:

Pastikan Aman dan Nyaman 

Salah satu hal yang harus dipastikan orang tua saat mengajak anak bepergian dengan kendaraan umum adalah aman dan nyaman. Aman selama di perjalanan dan nyaman kondisi kendaraannya buat anak-anak. Menurut saya sih, bis Sinar Jaya ini masih cukup nyaman buat anak-anak.

Bis dilengkapi dengan AC, tidak berhenti di sembarang tempat, tapi hanya berhenti di halte bis sepanjang Bogor-Jakarta. Kondisi dalam bis relatif bersih dan longgar. 

Dokumen Pribadi

Mengedukasi Anak-Anak Sebelum Bepergian

Yang namanya anak-anak, pasti ada saja tingkah mereka saat di tempat umum. Nah, sebelum berangkat, sebaiknya orang tua mengedukasi anak-anak terlebih dahulu. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Naik kendaraan umum, selain sebagai media untuk mengajarkan sopan santun kepada anak, juga  memberikan pengalaman baru bagi mereka yang sudah terbiasa bepergian dengan kendaraan pribadi.

Mereka harus tahu bagaimana bersikap kepada orang lain, dengan meminta izin saat harus melewati mereka, misalnya. Mereka belajar tentang rute perjalanan, berapa biaya yang dibutuhkan, dan lain-lain. 

Harus Selalu dalam Pengawasan Orang Tua

Tingkah anak-anak saat di tempat umum, terkadang selalu di luar dugaan, terutama anak-anak yang sangat aktif. Untuk itu, orang tua harus selalu mengawasi mereka. Seperti anak-anak saya yang sangat aktif luar biasa.

Ada saja tingkah mereka saat naik kendaraan umum. Misalnya bergelantungan di dalam dalam bis atau kereta. Saat penumpang masih sepi, biasanya mereka kami izinkan untuk mencoba rasanya bergelantungan. Namun, saat sudah banyak orang, kami ingatkan bahwa hal itu tidak sopan, karena mengganggu kenyamanan orang lain.

Atau saat naik bis umum dan bisnya berhenti agak lama, anak-anak terkadang iseng membuka jendela bis. Melongokkan kepala keluar jendela atau mengeluarkan tangan keluar jendela. Hal ini sangat berbahaya dan anak-anak harus selalu diingatkan akan hal ini. 

Dokumen Pribadi


Sebagai Sarana Pendidikan

Masih banyak orang berpikiran bahwa yang namanya belajar itu ya di sekolah. Padahal sebenarnya, belajar yang baik adalah melalui kegiatan yang nyata, bukan hanya sekedar teori. Misalnya, seperti saat naik angkutan umum ini. 

Ada beberapa hal yang bisa anak-anak pelajari saat menikmati naik angkutan umum. Antara lain, anak-anak belajar tentang rute perjalanan. Anak-anak bisa belajar tentang manajemen perjalanan, anak-anak belajar sopan santun saat di jalan, dan masih banyak lagi. Dengan belajar melalui pengalaman nyata, akan lebih membekas dalam ingatan mereka, daripada hanya sekedar teori. 

Dokumen Pribadi


Nah, itulah beberapa tips sederhana saat mengajak anak naik angkutan umum. Semoga bermanfaat.  

5 Tips Belajar Menyetir Mobil di Usia yang Tak Muda Lagi

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, belajar menyetir mobil bagi ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi adalah sesuatu yang rumit.😁  Saya se...