Sabtu, 27 Juni 2020

Memilih Jodoh

Sebagaimana sudah diungkap dalam tulisan sebelumnya bahwa Allahlah Sang Pemilik Kehidupan. Allah penulis skenario terbaik hidup manusia. Jodoh, ajal, rezeki semua sudah ditulis di Lauhul Mahfudz. Tinggal manusia yang berusaha untuk selalu berbuat baik karena kita tidak tahu takdir kita sebenarnya, sebelum semuanya terjadi.

Jodoh pun demikian, rahasia Allah. Dalam kehidupan ini, sering kita jumpai seseorang dipinang oleh siapa, eh ternyata menikahnya dengan siapa. Betul? Manusia hanya berusaha mencari yang terbaik, Allahlah yang menentukan.

Orang-orang tua di Jawa selalu mengingatkan anak-anaknya agar memilih calon pasangan berdasarkan bibit, bobot, dan bebet. Bibit adalah asal-usul atau keturunan. Jangan sampai mencari calon pasangan hidup tidak jelas asal-usulnya. Carilah calon pasangan yang berasal dari keluarga baik-baik.

Bobot adalah kualitas diri dari calon pasangan hidup, baik lahir maupun batin. Seperti agama, pendidikan, pekerjaan, perilaku, dan sebagainya. Orang tua ingin calon menantunya adalah orang yang bisa membahagiakan anaknya lahir dan batin, serta bertanggung jawab dalam keluarga.

Sedangkan bebet adalah status sosial calon pasangan, seperti harkat dan martabat. Bagi orang Jawa, bebet ini penting juga, namun tidak terlalu penting juga sebenarnya.  Meskipun status sosial seseorang juga terkadang berpengaruh juga terhadap kehidupan rumah tangga.

Dalam agama Islam pun sebenarnya juga sudah ada panduan dalam memilih jodoh yang mungkin hampir sama juga dengan filosofi Jawa di atas. Sebagaimana salah satu sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:

"Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi." (HR. Bukhari-Muslim)

Nah, tetap saja kita tidak boleh sembrono dalam memilih calon suami atau istri, tetap ada rambu-rambunya, agar tidak kecewa di kemudian hari. Setiap orang ingin bahagia dan berjodoh selamanya, kan? Di dunia dan di akhirat kelak.

Berikut ini adalah panduan mencari jodoh dalam Islam:

1. Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya
Ini adalah kriteria yang paling utama. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa." (QS. AlHujurat: 13).

Takwa artinya menjaga diri dari murka Allah, dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Orang yang mempunyai pemahaman agama baik, insya Allah akan selalu menjaga diri dan keluarganya untuk selalu berada di jalan Allah. Inilah poin terpenting dalam memilih calon suami atau istri.

2. Sekufu
Maksud dari sekufu ini adalah sebanding dalam hal status sosial, agama, keturunan, dan yang semisalnya. Banyak dalil yang menunjukkan anjuran ini. Salah satunya firman Allah berikut ini:

"Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula." (QS. An Nur: 26)

Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan status sosial dapat menjadi faktor langgengnya rumah tangga.

3. Menyenangkan Saat Dipandang

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dalam hadits yang telah disebutkan di atas membolehkan kita menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria dalam memilih calon pasangan. Paras yang cantik atau tampan, fisik yang menarik termasuk salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga. Maka mempertimbangkan hal ini saat memilih calon pasangan sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu menciptakan ketentraman hati.

Perhatikan firman Allah berikut ini:

"Dan diantara tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri aaagar kamu merasa tenteram dengannya." (QS. Ar Ruum: 21)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam juga menyebutkan empat ciri wanita salihah, salah satunya: " Jika memandangnya, membuat suami senang." (HR. Abu Dawud. Shahih)

Meskipun sebenarnya poin menarik untuk dipandang, cantik atau tampan itu relatif juga. Setidaknya ada sesuatu yang menarik dari calon pasangan kita. Entah senyumnya yang manis atau tutur katanya yang lembut. Itu menurut saya, sih.

4. Subur
Subur maksudnya adalah bisa menghasilkan keturunan. Salah satu tujuan dari pernikahan adalah meneruskan keturunan. Lahirnya generasi yang salih dan salihah, penerus dakwah Islam. Oleh karena itu, Rasulullah shallahu 'alaihi wassalam menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur.

"Nikahilah wanita yang penyayang dan subur. Karena aku berbangga dengan banyaknya umatku" (HR. An Nasa'i, Abu Dawud. Hadits Hasan)

Itulah 4 panduan penting dalam memilih calon suami atau istri. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada kriteria-kriteria tambahan lainnya. Tujuan utama dari sebuah pernikahan adalah bahagia dan tak ada seorang pun yang bercita-cita gagal dalam rumah tangga. Na'udzu billahi min dzalik.


Foto: Google


Referensi:

https://www.kaskus.co.id/thread/59993b17dcd770b0378b4576/seputar-bobot-bibit-bebet-biar-gak-salah-paham-

https://muslim.or.id/657-memilih-pasangan-idaman.html

4 komentar:

  1. Jazakillahu Khayran ilmunya. Ma syaa Allah

    BalasHapus
  2. Pas banget ini tulisannya buat adik bungsu saya yang belum kunjung ketemu jodoh. Izin share buat ade saya ya Mba... makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah mba jika tulisan saya ini bermanfaat ... :)

      Hapus

Nikah Dulu, Baru Pacaran! 5 Tips Menumbuhkan Cinta Saat Memutuskan Menikah tanpa Pacaran

Alhamdulillah, saat ini pilihan untuk menikah tanpa pacaran terlebih dulu sudah bukan hal yang asing lagi di masyarakat. Terutama kaum muda ...