Sabtu, 04 Juli 2020

Sukses Bergaul dengan Keluarga Suami

Foto: Islamidia


Dalam budaya  Indonesia, siap menikah itu artinya siap pula menerima kehadiran keluarga besar pasangan. Hubungan kekerabatan yang sangat erat menuntut kondisi tersebut. Pasang surut hubungan mertua dan menantu atau hubungan dengan ipar terkadang mewarnai drama pernikahan.

Padahal sebenarnya tidak selalu demikian. Banyak hubungan yang harmonis antara mertua, menantu, dan saudara ipar. Membangun interaksi yang baik antar keluarga terkadang tidak serta merta terjadi begitu saja. Perlu diupayakan oleh semua pihak. Apalagi pada dasarnya semua anggota keluarga mempunyai akhlak yang baik.

Saya sendiri sangat bersyukur mempunyai ibu mertua yang sangat baik dan menghormati para menantunya. Serta kakak-kakak ipar yang semuanya baik. Kebetulan suami adalah anak bungsu dari 12 bersaudara. Otomatis saya mempunyai kakak 11 orang beserta pasangannya masing-masing. Saya merasa hubungan saya dan keluarga besar suami sangat baik selama pernikahan yang sudah berjalan selama 22 tahun ini. 4 Juli 1998 - 4 Juli 2020.

Saat kami menikah, bapak mertua sudah berpulang. Jadi saya tidak sempat mengenal beliau. Dengan putra 8 orang dan putri 4 orang, menantu pun 12 orang bukan? Saya rasakan ibu mertua tak pernah pilih kasih kepada para menantunya.

Saya sebagai menantu bungsu, berusaha menempatkan diri menjadi adik yang baik bagi kakak-kakak suami. Tahu diri mungkin istilahnya dan harus bisa menempatkan diri. Kalau kata orang tua saya, ikuti saja alur keluarga suami. Alhamdulillah aman dan baik-baik saja hubungan kami hingga kini dan sampai ibu mertua berpulang sekitar tahun 2011. Kakak-kakak suami tetap menjaga hubungan kekeluargaan dengan sangat baik, meskipun kedua orang tua mereka sudah tak ada. Salut dan luar biasa.    

Berikut ada beberapa tips yang saya ambil dari Majalah As-Sunnah, Agustus 2015 mengenai cara sukses bergaul dengan keluarga suami. Isinya masih sangat relevan dan sangat bagus untuk instropeksi diri bagi yang sudah menikah maupun yang belum.

Bersikap Baik Kepada Ibu Mertua

Ibu mertua adalah ibu dari suami. Sudah seharusnya kita pun memperlakukan beliau sama dengan ibu sendiri. Tak mau juga kan kalau istri dari saudara kandung memperlakukan ibu kita dengan tidak baik? Pasti kita pun akan sakit hati. Demikian juga dengan suami, pasti dia pun menginginkan ibunya diperlakukan dengan baik. 

Suami akan semakin respek dan sayang kepada kita, jika istrinya bisa menyayangi dan menghormati ibunya juga. Tentunya rasa sayang yang tulus, ya. Meskipun mungkin saat kita berumah tangga ada hal-hal yang kurang mengenakkan mewarnainya. Tetap harus kita kedepankan rasa hormat kita pada ibu mertua.

Muliakan Keluarga Suami

Balaslah kebaikan suami dengan memuliakan keluarganya. Jika ada ha-hal yang kurang berkenan selama kita menjadi bagian dari keluarganya, segera maafkan dan lupakan. Apalagi jika kita tahu bahwa pada dasarnya mereka adalah orang yang baik dan pasti tidak sengaja melakukannya. Bantu suami untuk tetap menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarganya, terutama dengan kedua orang tuanya. 

Saat mertua atau saudara suami berkunjung ke rumah, sambutlah dengan hangat. Layani mereka sebaik-baiknya. Anggap sebagai orang tua dan saudara kandung sendiri. Tentu saja batas-batas syariat dengan saudara ipar tetap harus dijaga.

Jalin Kedekatan dengan Keluarga Suami

Salah satu kunci sukses dalam membangun rumah tangga adalah keberhasilan kita bergaul dengan keluarga suami. Memuliakan keluarga suami sama dengan memuliakan suami juga. Jadilah orang yang membuat semakin dekatnya hubungan suami dengan keluarganya.  Keluarga suami mempunyai hak yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain karena adanya hubungan pernikahan.

Tunjukkan kepedulian yang tinggi pada keluarga suami, misalnya dengan rutin menanyakan kabar, mendoakan dan berusaha menjenguknya jika ada yang sakit. Rasulullah shallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Siramilah hubungan kekeluargaan kalian, walaupun hanya dengan salam saja." (HR. Al-Baihaqi. Hasan)

Raih Cinta dari Keluarga Suami

Raihlah cinta dari keluarga suami dengan akhlak yang baik, tutur kata yang menyenangkan, serta perilaku yang sopan. Allah subhanahu wa ta'ala  memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada manusia secara umum. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 83, yang artinya:

"Dan ucapkan kata-kata yang baik kepada manusia"

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)" (QS. Al-Isra: 53)

Tak ada untungnya juga, kan, kita memusuhi keluarga suami, padahal sebenarnya mereka juga orang yang baik dan menghormati kita sebagai iparnya?


Berikan Hadiah

Setiap orang pasti akan senang saat diberi hadiah. Meskipun mungkin nilainya tak seberapa. Hadiah akan semakin mendekatkan hati dan akan semakin menumbuhkan rasa sayang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam

"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. Bukhari)

Memberikan oleh-oleh saat kita berkunjung ke rumah mertua, keluarga suami, atau saat kita pulang dari luar kota, misalnya. Sederhana, namun akan mengena di hati sang penerima oleh-oleh. Sesuaikan saja dengan kemampuan masing-masing.

Tanamkan Pada Diri Anak-Anak Rasa Cinta Pada Keluarga Suami

Senantiasa ingatkan anak-anak untuk hormat kepada kakek dan nenek dari ayahnya, om, tante, atau sepupu-sepupu dari pihak ayah. Ajak mereka untuk bisa mengenal dekat keluarga dari ayah. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. 

Terkadang dalam kehidupan nyata, anak-anak hanya dekat kepada keluarga dari ibu. Padahal sebenarnya bisa diupayakan anak-anak akrab juga dengan saudara-saudaranya dari pihak ayah. Misalnya dengan sering diajak berkunjung ke rumah om atau tantenya, jika tempat tinggalnya mudah dijangkau. Supaya silaturrahim tetap terjaga meskipun kedua orang tua sudah tiada.  

Berilah Suami Waktu untuk Bersama Keluarganya Sendiri

Mungkin ada kalanya suami ingin berkumpul sendiri dengan keluarganya tanpa kita. Beri kesempatan padanya untuk menikmati kebersamaan dengan orang tuanya sebagaimana saat belum menikah. Jangan paksa suami untuk selalu membawa kita dan selalu berbaik sangkalah pada suami. Adakalanya kita pun demikian juga, kan? Ingin bisa sendiri saja berkumpul dan bercerita tentang banyak hal kepada keluarga sendiri.


Itulah beberapa tips yang saya kutip dan saya praktekkan juga. Meskipun sebenarnya saya merasa belum menjadi menantu yang baik dan masih banyak sekali kekurangan  saat ibu mertua masih ada. Semoga Allah ampuni dan semoga kita semua bisa menjadi menantu dan ipar yang baik, menjadi partner suami untuk menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya. Insya Allah kebaikan yang kita lakukan pun, pahalanya akan mengalir juga pada orang tua kita. 

Perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang tua suami dan keluarganya, insya Allah akan dibalas pula dengan kebaikan perilaku menantu-menantu kita kelak. Balasan itu serupa dengan apa yang telah kita perbuat. 

"Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan (pula)" (QS. Ar-rahman: 60)

Bogor, 4 Juli 2020

Referensi:

Majalah As-Sunnah No. 4 Tahun XIX, Agustus 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nikah Dulu, Baru Pacaran! 5 Tips Menumbuhkan Cinta Saat Memutuskan Menikah tanpa Pacaran

Alhamdulillah, saat ini pilihan untuk menikah tanpa pacaran terlebih dulu sudah bukan hal yang asing lagi di masyarakat. Terutama kaum muda ...